Poster buronan menyebar di berbagai kota, beberapa tersangka ditangkap, dan tiga pria dieksekusi karena diduga menjadi kaki tangan Mossad.
Namun hingga kini, Catherine belum ditemukan.
Pihak intelijen menduga ia telah berganti identitas dan mungkin tengah menjalankan misi baru di belahan dunia lain.
Kisah Catherine Perez-Shakdam adalah lebih dari sekadar misi intelijen.
Ia menjadi simbol betapa spionase modern bisa dijalankan tanpa senjata, cukup dengan kecerdasan, citra, dan strategi sosial.
Sebuah rezim besar tidak ditumbangkan oleh bom atau rudal—melainkan oleh seorang perempuan yang disambut hangat sebagai sahabat, namun diam-diam menyusun kehancuran dari dalam. ***