Pesawat 'Misterius' China Terpantau Terbang ke Iran di Tengah Gempuran Israel-AS

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 24 Juni 2025 | 11:25 WIB
Ilustrasi pesawat ‘misterius’ asal China yang terbang di langit kota Teheran, Iran.  (Unsplash @VladimirAnikeev)
Ilustrasi pesawat ‘misterius’ asal China yang terbang di langit kota Teheran, Iran. (Unsplash @VladimirAnikeev)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Eskalasi konflik IranIsrael semakin memanas sejak militer Israel melancarkan serangan pada 13 Juni 2025.

Ketegangan meningkat usai tiga fasilitas nuklir Iran—Fordow, Natanz, dan Esfahan—dihantam oleh Amerika Serikat dalam serangan terkoordinasi bersama Israel.

Baca Juga: Yamaha Fazzio Hybrid Hadir dengan Warna Baru: Inovasi Kosmetik di Tengah Minimnya Terobosan Nyata?

Di tengah kondisi tersebut, muncul laporan soal aktivitas pesawat kargo misterius dari China yang dilaporkan rutin terbang menuju Iran selama sepekan terakhir.

Data dari FlightRadar24 mencatat sedikitnya lima penerbangan dari China ke Iran sejak 14 Juni 2025.

Pesawat-pesawat yang diduga berjenis Boeing 747 itu terlihat berangkat dari wilayah China, melintasi Kazakhstan, Uzbekistan, dan Turkmenistan, sebelum akhirnya hilang dari radar saat memasuki wilayah udara Iran.

Laporan The Telegraph pada Senin, 23 Juni 2025 menyebutkan bahwa pesawat-pesawat itu awalnya terdaftar dengan tujuan akhir di Luksemburg, namun tidak ditemukan bukti bahwa mereka benar-benar masuk ke wilayah udara Eropa.

Baca Juga: Cloudflare Gagalkan Serangan DDoS Terbesar Sepanjang Sejarah: 37,4 Terabyte dalam 45 Detik

Situasi ini memicu spekulasi bahwa China mungkin sedang mengirimkan bantuan logistik atau personel ke Iran, sekutunya di Timur Tengah.

Beberapa pengamat mengaitkan penerbangan ini dengan dukungan terhadap Iran di tengah konflik bersenjata yang terus meluas.

Direktur Pusat Pertahanan Nasional Heritage Foundation, Robert Greenway, menyebut jenis pesawat tersebut lazim digunakan untuk keperluan transportasi militer atau logistik berskala besar.

“Penting untuk diingat bahwa sekitar 43 persen pasokan energi China berasal dari Timur Tengah, dan sebagian besar dari Iran,” kata Greenway kepada Fox News Digital.

Baca Juga: BPBD DKI Peringatkan Banjir Rob hingga 29 Juni, Ancol dan Sejumlah Wilayah Pesisir Terancam

Ia menambahkan, China kerap membeli minyak Iran yang dikenai sanksi dengan harga di bawah pasar global, dan hubungan ini turut menopang ambisi ekonomi dan militernya.

Namun hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai muatan atau tujuan pasti dari penerbangan-penerbangan tersebut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: The Telegraph, Fox News Digital

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X