Iran Ancam Balasan, Sebut Serangan AS ke Situs Nuklir Langgar Piagam PBB

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Senin, 23 Juni 2025 | 08:11 WIB
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi (tengah).  (x.com @araghchi)
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi (tengah). (x.com @araghchi)

PONTIANAKGLOBE.COM, TEHERAN -- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kian memanas usai serangan militer AS terhadap tiga fasilitas nuklir utama milik Teheran.

Menanggapi aksi tersebut, pemerintah Iran mengecam keras serangan yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Peterpan Isyaratkan Reuni Lewat Akun Misterius, Warganet: Ariel Mau Gak?

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dalam pernyataan resminya di platform X (sebelumnya Twitter), menyebut tindakan AS sebagai langkah keterlaluan yang bakal berdampak jangka panjang.

“Sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB, Amerika telah melanggar Piagam PBB, hukum internasional, dan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dengan menyerang instalasi nuklir damai milik Iran,” tegas Araqchi, dikutip Minggu, 22 Juni 2025.

Ia menambahkan, “Peristiwa ini sangat keterlaluan dan akan menimbulkan konsekuensi jangka panjang.”

Baca Juga: Curhat ke Boy William, Fuji Cerita Pernah Didekati Pria dengan Cara yang Bikin Terkesan

Sementara itu, Organisasi Energi Atom Iran menegaskan bahwa negaranya tidak akan menghentikan pengembangan industri nuklir nasional.

Lembaga tersebut juga menyebut serangan terhadap situs nuklir Iran sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional, meskipun belum merinci tingkat kerusakan akibat serangan.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa serangan ke tiga fasilitas nuklir Iran adalah bagian dari operasi militer yang ia sebut sebagai “keberhasilan spektakuler”.

Baca Juga: Diwakili Yakup Hasibuan, Pihak Vidi Aldiano Buka Peluang Damai dengan Keenan Nasution soal 'Nuansa Bening'

“Fasilitas pengayaan nuklir utama Iran telah sepenuhnya dihancurkan,” ujar Trump.

Pernyataan tersebut langsung memicu respons keras dari Teheran.

Pemerintah Iran kini menyatakan bahwa seluruh opsi terbuka dalam mempertahankan diri dari ancaman eksternal. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X