Netanyahu Curhat, Perang Israel-Iran Bikin Anak Saya Harus Batalkan Pernikahan Lagi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 21 Juni 2025 | 07:05 WIB
Potret Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.  (Instagram @b.netanyahu)
Potret Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Instagram @b.netanyahu)

PONTIANAKGLOBE.COM, TEL AVIV -- Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengungkap sisi pribadi dari dampak perang antara Israel dan Iran.

Dalam pernyataannya di depan sebuah rumah sakit yang hancur akibat serangan rudal di kota Beersheba, Netanyahu bercerita bahwa putranya, Avner Netanyahu, harus kembali membatalkan rencana pernikahan akibat situasi keamanan yang memburuk.

Baca Juga: Seskab Teddy Dampingi Prabowo Bertemu Putin, Kenang Momen saat Prabowo Masih Menhan dan Presiden Terpilih

“Kita semua menanggung kerugian pribadi, dan keluarga saya tidak terkecuali,” ujar Netanyahu, seperti dikutip dari ABP Live, Jumat, 20 Juni 2025.

Netanyahu menyamakan situasi saat ini dengan masa-masa kelam serangan udara Nazi ke Inggris pada Perang Dunia II yang dikenal sebagai Blitz, yang menewaskan lebih dari 43 ribu warga sipil.

“Ini benar-benar mengingatkan saya pada orang Inggris selama Blitz. Kami sedang mengalami Blitz,” katanya.

Baca Juga: Prabowo Beri Keris, Vladimir Putin Hadiahkan Pedang dan Buku dalam Momen Akrab di Rusia

Ia menuturkan bahwa pernikahan putranya sejatinya telah ditunda sekali pada November lalu karena alasan keamanan, dan rencana terbaru untuk menggelarnya pada Senin, 16 Juni 2025 kembali dibatalkan.

Hal ini terjadi setelah Israel melancarkan serangan mendadak ke Iran pada Jumat, 13 Juni, yang memicu respons militer balik dari Teheran.

“Ini adalah kedua kalinya putra saya, Avner, membatalkan pernikahan karena ancaman rudal,” ucapnya.

“Ini juga kerugian pribadi bagi tunangannya. Dan saya harus katakan, istri saya tercinta adalah pahlawan—dia juga menanggung kerugian ini.”

Baca Juga: Gubernur Khofifah Dipanggil KPK Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim

Israel mengklaim serangan tersebut ditujukan untuk mencegah pengembangan senjata nuklir Iran.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan misil dan drone ke wilayah Israel.

Menurut laporan Human Rights Activist News Agency, serangan Israel telah menewaskan 639 orang di Iran, sementara Israel menyebut serangan balasan dari Iran menyebabkan 24 warganya tewas. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Sumber: ABP Live

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X