AS Klaim Serang Program Nuklir, Bukan Iran, Wapres JD Vance Sebut Kami Inginkan Perdamaian Tanpa Senjata Nuklir

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 24 Juni 2025 | 11:05 WIB
Potret Wakil Presiden AS, JD Vance.  (Instagram @jdvance)
Potret Wakil Presiden AS, JD Vance. (Instagram @jdvance)

PONTIANAKGLOBE.COM, WASHINGTON -- Amerika Serikat kembali mempertegas keterlibatannya dalam konflik bersenjata yang memanas antara Israel dan Iran.

Tiga fasilitas nuklir utama Iran—Fordow, Natanz, dan Esfahan—diserang oleh AS pada Sabtu dan Minggu malam, 21–22 Juni 2025 waktu setempat.

Baca Juga: Paket Wisata 3B Diperkuat, Kemenpar Siapkan Rute Laut Banyuwangi–Lovina

Presiden AS Donald Trump menyebut serangan itu sebagai keberhasilan besar.

Ia mengklaim bahwa Fordow, yang dikenal luas sebagai pusat utama program nuklir Iran, telah "dihancurkan total."

Namun, dalam wawancara dengan program Meet the Press NBC News, Wakil Presiden AS JD Vance menekankan bahwa Amerika tidak sedang memerangi Iran sebagai negara, melainkan program senjata nuklirnya.

“Kami tidak menginginkan perang dengan Iran. Yang kami inginkan adalah perdamaian, tetapi perdamaian dalam konteks tanpa program senjata nuklir,” ujar JD Vance, dikutip dari laman resmi The White House, Senin, 23 Juni 2025.

Vance menghindari konfirmasi terkait kehancuran total fasilitas nuklir Iran.

Berbeda dengan klaim Trump, ia menilai pernyataan seperti “rusak parah” dan “hancur total” sulit dibedakan secara teknis.

Baca Juga: Wamenpar Dorong Paket Wisata 3B, Genjot Daya Saing Bali Utara dan Barat

“Saya tidak akan membahas intelijen sensitif, tetapi kami merasa sangat yakin telah menunda secara substansial pengembangan senjata nuklir Iran. Dan itu memang tujuan utama dari serangan ini,” imbuhnya seperti dikutip dari The Guardian.

Di sisi lain, Iran membantah klaim Amerika.

Parlemen Iran menyatakan bahwa situs Fordow—yang menjadi sasaran tujuh jet pembom B-2 yang membawa 14 penghancur bunker—tidak mengalami kerusakan berarti.

Pemerintah Iran juga menyatakan bahwa tidak ada peningkatan radiasi, dan warga tetap dapat beraktivitas seperti biasa. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X