Poster buronan menyebar di berbagai kota, beberapa tersangka ditangkap, dan tiga pria dieksekusi karena diduga menjadi kaki tangan Mossad.
Namun hingga kini, Catherine belum ditemukan.
Pihak intelijen menduga ia telah berganti identitas dan mungkin tengah menjalankan misi baru di belahan dunia lain.
Kisah Catherine Perez-Shakdam adalah lebih dari sekadar misi intelijen.
Ia menjadi simbol betapa spionase modern bisa dijalankan tanpa senjata, cukup dengan kecerdasan, citra, dan strategi sosial.
Sebuah rezim besar tidak ditumbangkan oleh bom atau rudal—melainkan oleh seorang perempuan yang disambut hangat sebagai sahabat, namun diam-diam menyusun kehancuran dari dalam. ***
Artikel Terkait
Iran Ancam Balasan, Sebut Serangan AS ke Situs Nuklir Langgar Piagam PBB
Pasca Serangan AS ke Iran, Prabowo Siapkan Evakuasi WNI dari Kawasan Konflik
AS Klaim Serang Program Nuklir, Bukan Iran, Wapres JD Vance Sebut Kami Inginkan Perdamaian Tanpa Senjata Nuklir
Pesawat 'Misterius' China Terpantau Terbang ke Iran di Tengah Gempuran Israel-AS
Harga Minyak Dunia Melejit Usai AS-Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran, Brent Tembus Rp1,2 Juta per Barel
Perang Israel-Iran, Dasco Imbau WNI Tetap Tenang: Evakuasi Bertahap Terus Dilakukan