PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Serangan besar-besaran Israel ke Iran pada 13 Juni 2025 menjadi salah satu pukulan paling mematikan dalam sejarah Iran.
Hampir 15 komandan senior tewas dalam dua hari serangan tersebut.
Baca Juga: Viral! Warga Cegat Pembuang Sampah di Pinggir Sungai, Paksa Ambil Kembali Meski Sudah Dibuang
Di balik gempuran militer itu, tersingkap sosok perempuan Prancis yang selama bertahun-tahun merusak Iran dari dalam, dia adalah Catherine Perez-Shakdam.
Catherine Perez-Shakdam berasal dari keluarga Yahudi sekuler di Prancis.
Ia dikenal sebagai jurnalis, analis politik, dan penulis yang kerap menulis isu-isu Timur Tengah.
Namun, laporan terbaru mengungkap bahwa selama hampir satu dekade, ia menjalankan misi rahasia untuk Mossad, badan intelijen Israel.
Catherine menjalani pelatihan intensif dalam bidang spionase—mempelajari cara menyusup, berbaur, dan membangun kepercayaan di tengah komunitas target.
Untuk memperkuat penyamarannya, ia bahkan menikah dengan pria Muslim asal Yaman yang ia temui di Universitas London -- tempat dia juga kuliah.
Baca Juga: Polsek Batu Ampar Kawal Aksi Damai Petani Arang, Petani Ajukan Lima Tuntutan
Pernikahan itu berakhir pada 2014, namun berperan penting dalam integrasinya ke dalam komunitas Syiah.
Menyusup ke Jantung Kekuasaan Iran
Pada 2017, Catherine pindah ke Iran, mengaku memeluk Islam Syiah, dan mulai mempraktikkan tradisi setempat.
Langkah pertamanya, memproklamirkan diri sebagai mualaf di hadapan publik.
Tak lama kemudian, ia mulai menulis untuk situs resmi Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bahkan disebut-sebut sebagai penulis konten untuknya.