Penjualan ke bawah umur dan pelanggaran labeling dapat berujung sanksi administratif hingga larangan berdagang selama tiga tahun.
North Dakota menandatangani H.B. 1566 pada April 2025, yang menetapkan studi legislatif interim mengenai kratom.
Studi ini bertujuan merumuskan rekomendasi kebijakan ke depan dan akan dilaporkan pada legislatif 2027.
Oklahoma memperkuat regulasi dengan SB 891.
RUU ini mewajibkan pengujian laboratorium terhadap kandungan alkaloid dan kontaminan, serta melarang produk sintetis.
Penjualan kepada pembeli di bawah usia 21 tahun dapat dijerat pidana ringan hingga berat.
South Carolina resmi mengesahkan S.B. 221 pada 12 Mei 2025. Undang-undang ini mulai berlaku Juli 2025 dan mengatur pelabelan, batas kandungan zat aktif, serta larangan bahan berbahaya dalam produk kratom.
Baca Juga: Siraman Al Ghazali Sarat Tradisi Jawa, Cak Imin Sebut Penuh Makna dan Spiritual
Penjual yang melanggar dikenai denda hingga $2.000.
Texas melalui SB 1868 menerapkan salah satu regulasi terketat.
Berlaku mulai 1 September 2025, aturan ini membatasi kandungan 7-hydroxymitragynine hingga 0,1% dan melarang seluruh bentuk alkaloid sintetis.
Pelanggaran bisa dikenai denda hingga $10.000.
Beragamnya regulasi kratom di AS menunjukkan tarik-ulur antara kebutuhan akan akses medis dan kekhawatiran akan dampak penyalahgunaan.
Meski beberapa negara bagian mendorong pendekatan berbasis data dan perlindungan konsumen, lainnya memilih jalan pelarangan total demi keamanan publik. ***
Artikel Terkait
Kratom Miliki Potensi Ekonomi Menggiurkan, Pemerintah Siap Atur Tata Niaga dan Legalitas
Nilai Kratom Melesat, Ekstraknya Tembus Rp90 Juta per Kilogram
Harisson: Ekspor Kratom Kalbar Dibuka, Peluang Besar Bagi Petani dan Pengusaha
Rahasia Kratom Berkekuatan Tinggi: Jenis, Dosis, dan Cara Memilih Vendor Terbaik
Kratom Indonesia, Aturan Baru yang Mengubah Prospek Ekspor dan Ekonomi Lokal
Rahasia Kratom, Tanaman Asal Indonesia yang Laris di Pasar Amerika