IFG dan Perpusnas RI Salurkan Ribuan Buku ke 34 Provinsi untuk Tingkatkan Literasi

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 13 Juni 2025 | 12:15 WIB
Foto Ilustrasi, IFG ikut berkontribusi dalam peningkatan literasi lewat program hibah buku bersama Perpusnas RI. (Pixabay @Jarmoluk)
Foto Ilustrasi, IFG ikut berkontribusi dalam peningkatan literasi lewat program hibah buku bersama Perpusnas RI. (Pixabay @Jarmoluk)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat literasi di Tanah Air, Indonesia Financial Group (IFG) mendukung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) dalam melaksanakan program distribusi buku ke 34 provinsi di Indonesia.

Melalui sinergi ini, IFG berharap dapat mendorong terciptanya masyarakat yang lebih cerdas dan siap menghadapi masa depan berkelanjutan.

Baca Juga: Saat AS Tutup Pintu untuk Imigran, China Justru Bebaskan Visa untuk 55 Negara Termasuk Indonesia

Program ini menyasar Taman Bacaan Masyarakat (TBM) serta perpustakaan desa sebagai penerima manfaat, dengan tujuan memperluas akses terhadap bahan bacaan berkualitas di berbagai wilayah, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Kolaborasi ini menjadi bukti nyata kontribusi IFG dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.

“Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen IFG dalam mendukung distribusi bahan bacaan yang berkualitas dan edukatif ke berbagai daerah di Indonesia," kata Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adjie.

Baca Juga: Kemlu Ungkap Alasan Penangkapan 2 WNI oleh Otoritas Imigrasi AS usai Kerusuhan di Los Angeles, Ternyata Penyebab-nya Karena Hal Ini

"Kami meyakini bahwa peningkatan akses dan mutu literasi akan memberikan dampak nyata terhadap penguatan kapasitas SDM yang unggul dan berdaya saing,” ujar Sekretaris Perusahaan IFG, Denny S. Adjie.

Denny menambahkan, tantangan literasi saat ini tidak hanya terletak pada ketersediaan bahan bacaan, tetapi juga pada perubahan kebiasaan masyarakat di era digital.

Meskipun teknologi menawarkan kemudahan, membaca buku fisik tetap memiliki nilai dan keunggulan tersendiri.

“Membaca buku cetak memberi ruang bagi pembaca untuk lebih fokus dan menyerap isi secara mendalam tanpa gangguan notifikasi digital. Kami memandang pentingnya menjaga keseimbangan antara kemudahan akses digital dan pengalaman membaca secara langsung,” lanjutnya.

IFG juga melihat ketersediaan buku fisik di perpustakaan daerah sebagai cara efektif untuk mendorong masyarakat kembali memanfaatkan fasilitas literasi di lingkungan mereka.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen IFG dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial yang menekankan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup dan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Dukungan kami terhadap program hibah buku ini merupakan kontribusi nyata dalam mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya Asta Cita, yang menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045,” tutup Denny.

Melalui inisiatif ini, IFG memperkuat perannya sebagai BUMN di bawah ekosistem Daya Anagata Nusantara (Danantara), sekaligus menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sosial dan peningkatan kapasitas masyarakat di berbagai sektor. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X