Bareskrim Hentikan Penyelidikan Dugaan Ijazah Palsu Jokowi, Tegaskan Tidak Ditemukan Unsur Pidana

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 23 Mei 2025 | 08:26 WIB
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. (Instagram @jokowi)
Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. (Instagram @jokowi)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menghentikan penyelidikan dugaan ijazah palsu milik Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.

Keputusan ini diambil setelah tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana.

Baca Juga: Wamenaker Beri Kabar Terbaru Soal Mantan Karyawan Sritex, Ratusan Sudah Bekerja di Pabrik Baru

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 22 Mei 2025.

“Dari proses pengaduan yang masuk, dapat disimpulkan bahwa tidak ditemukan adanya perbuatan pidana. Karena itu, perkara ini kami hentikan penyelidikannya,” ujar Djuhandhani.

Ia menjelaskan bahwa tim penyelidik telah melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk uji laboratorium forensik terhadap ijazah atas nama Joko Widodo.

Baca Juga: Perpres Perlindungan Jaksa 2025 Resmi Diteken: Ini Poin Penting dan Respons Kejagung

Hasilnya, dokumen tersebut dinyatakan otentik dan sah.

Ijazah milik Jokowi, yang diterbitkan pada 5 November 1985 oleh Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), diperkuat dengan pencocokan data Nomor Induk Mahasiswa (NIM) 1681 KT.

Dokumen itu kemudian dibandingkan dengan tiga ijazah milik rekan seangkatan Jokowi di fakultas yang sama.

“Telah dilakukan uji laboratoris serta pembandingan dengan tiga dokumen milik alumni seangkatan. Hasilnya, cap stempel dan tinta tanda tangan dari dekan maupun rektor identik dan berasal dari satu produk yang sama,” jelas Djuhandhani.

Baca Juga: Update Skandal Grup 'Fantasi Sedarah' di Medsos: Enam Pelaku Ditangkap, Berasal dari Jawa dan Sumatera

Ia pun berharap hasil penyelidikan ini dapat mengakhiri polemik yang sempat berkembang di masyarakat mengenai keaslian ijazah Jokowi.

Djuhandhani juga mengajak publik untuk mendukung stabilitas nasional, khususnya di masa pemerintahan baru.

“Kita harap situasi semakin kondusif. Mari kita dukung pemerintahan yang saat ini dipimpin oleh Bapak Prabowo Subianto,” pungkasnya. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X