Pelaku Sempat Cuci Motor Juwita demi Hapus Jejak, Sengaja Atur Seolah Korban Kecelakaan

photo author
- Rabu, 9 April 2025 | 07:05 WIB
Keluarga korban Juwita meminta hukuman berat hingga hukuman mati pada pelaku.  (Instagram @polres_banjarbaru)
Keluarga korban Juwita meminta hukuman berat hingga hukuman mati pada pelaku. (Instagram @polres_banjarbaru)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANJARBARU -- Fakta baru kembali terungkap dalam reka ulang pembunuhan Juwita yang dilakukan oleh oknum TNI AL Kelasi Satu Jumran, Sabtu, 5 April 2025.

Dalam rekonstruksi yang digelar di Jalan Trans Gunung Kupang, Cempaka, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, terungkap bahwa Jumran membunuh Juwita di dalam mobil sewaan.

Baca Juga: Era AI Makin Gencar, Bill Gates Ramalkan Dokter dan Guru Terancam Hilang Dalam 10 Tahun ke Depan

“Peristiwa pembunuhan tergambar cukup jelas dalam adegan yang dilakukan tersangka,” ujar Dedi Sugiarto, kuasa hukum keluarga korban, di lokasi rekonstruksi.

Menurut Dedi, pembunuhan dilakukan dengan tenang dan penuh persiapan, mulai dari pertemuan dengan korban hingga meletakkan jenazah Juwita di pinggir jalan bersama motornya.

Dalam adegan tersebut, Jumran diketahui memiting, mencekik leher Juwita, dan membuat kepala korban terbentur sabuk pengaman mobil, hingga menimbulkan luka memar yang mengakibatkan kematian.

Setelah memastikan korban meninggal, Jumran mengambil motor milik Juwita yang terparkir di salah satu pusat perbelanjaan di Banjarbaru.

Ia lalu mencuci motor tersebut untuk menghilangkan jejak sidik jari, sebelum membawanya ke lokasi tempat ia meletakkan jasad korban.

Baca Juga: Samsung Luncurkan Galaxy Tab S10 FE Series, Tablet Canggih dengan Fitur AI dan Desain Premium

Motor dan tubuh Juwita kemudian ditinggalkan di semak-semak pinggir jalan, agar tampak seolah-olah korban tewas akibat kecelakaan tunggal.

Sebelum pergi, Jumran juga menghancurkan ponsel Juwita yang diduga menyimpan bukti pemerkosaan yang dilakukan olehnya.

Diketahui, Juwita adalah seorang wartawan media online. Ia ditemukan warga dalam keadaan tak bernyawa di tepi jalan menuju Gunung Kupang, Kota Banjarbaru, pada Sabtu, 22 Maret 2025 pukul 14.57 WITA.

Awalnya, kematian Juwita diduga akibat kecelakaan. Namun setelah penyidikan lebih lanjut oleh pihak kepolisian, ditemukan sejumlah kejanggalan yang mengarah pada kasus pembunuhan berencana. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X