Komitmen Prabowo Berantas Penyelundupan, 283 Penindakan dalam Sepekan, Devisa Negara Terselamatkan

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 14 November 2024 | 20:00 WIB
Budi Gunawan menjelaskan bahwa tujuh desk penindakan telah dibentuk sesuai instruksi Presiden Prabowo, salah satunya berfokus pada penyelamatan devisa negara dan tata kelola yang baik. (Dok. Pontianak Globe)
Budi Gunawan menjelaskan bahwa tujuh desk penindakan telah dibentuk sesuai instruksi Presiden Prabowo, salah satunya berfokus pada penyelamatan devisa negara dan tata kelola yang baik. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Menteri Kabinet Merah Putih yang diwakili oleh Menko Polhukam Budi Gunawan, dan Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengadakan konferensi pers mengenai penindakan dan pencegahan penyelundupan di sektor kepabeanan dan cukai.

Langkah ini merupakan bagian dari program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang dilaksanakan di kantor Bea Cukai, Jakarta, Kamis, 14 November 2024.

Baca Juga: BRI Cetak Rekor Pembiayaan Hijau, Portofolio Berkelanjutan Capai Rp764,8 Triliun

Budi Gunawan menjelaskan bahwa tujuh desk penindakan telah dibentuk sesuai instruksi Presiden Prabowo, salah satunya berfokus pada penyelamatan devisa negara dan tata kelola yang baik.

Sri Mulyani menambahkan, penindakan tersebut mencakup berbagai komoditas, seperti garmen, tekstil, elektronik, rokok, minuman keras, serta narkotika.

Beberapa barang yang disita meliputi mesin motor Harley Davidson ilegal dan satu unit motor listrik yang tidak memiliki izin resmi.

“Ini menunjukkan komitmen pemerintah yang serius dalam memberantas penyelundupan dengan kolaborasi semua kementerian dan lembaga yang hadir hari ini,” ujar Sri Mulyani.

Menurut Sri Mulyani, sinergi antar lembaga diharapkan menciptakan iklim ekonomi yang sehat serta keadilan bagi industri dalam negeri.

Baca Juga: Menguak Identitas Yahudi di Indonesia, Begini Kisah Rabi Yaakov Baruch dan Sinagoga Shaar Hashamayim

Pada periode 4 hingga 11 November 2024, sebanyak 283 penindakan berhasil dilakukan terhadap berbagai komoditas dengan perkiraan nilai Rp49 miliar, serta potensi kerugian negara mencapai Rp10,3 miliar.

Selain itu, Sri Mulyani memaparkan hasil penindakan penyelundupan untuk periode Oktober hingga November 2024.

Di antaranya, 3.301 liter minuman beralkohol disita di Jakarta.

Modus yang digunakan adalah dengan melabeli minuman tersebut dengan pita cukai palsu, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp3,7 miliar.

Baca Juga: Kisah Yaakov Baruch, Rabi Indonesia yang Tumbuh di Keluarga Multikultural

Di bidang narkotika, Bea Cukai bekerja sama dengan Polri dan BNN berhasil menyita 67 kg sabu dari lima kasus di Aceh, Dumai, Bogor, Lampung, Jakarta, dan Banten, yang diselundupkan melalui jalur laut dan ekspedisi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X