Kisah Yaakov Baruch, Rabi Indonesia yang Tumbuh di Keluarga Multikultural

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Rabu, 13 November 2024 | 11:11 WIB
Yaakov Baruch, rabi yang memimpin Sinagoga Sha'ar Hashamayim di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. (Dok. Pontianak Globe)
Yaakov Baruch, rabi yang memimpin Sinagoga Sha'ar Hashamayim di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Yaakov Baruch, lahir pada 14 November 1982, adalah rabi yang memimpin Sinagoga Sha'ar Hashamayim di Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara.

Nama sinagoga ini dalam bahasa Ibrani berarti "Gerbang Surga."

Baca Juga: Paus Fransiskus Mendesak Umat Katolik Tinggalkan Individualisme dan Sambut Empati dalam Ensiklik 'Dia Mencintai Kita'

Yaakov Baruch dibesarkan dalam keluarga dengan latar belakang agama yang berbeda.

Ayahnya, Toar Palilingan, berasal dari Minahasa dan beragama Kristen, sedangkan ibunya yang sudah meninggal, Cili Damapolii, adalah seorang Muslim dari etnis Mongondow.

Kedua orang tuanya telah menanamkan nilai-nilai toleransi sejak ia kecil, dan ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang saling menghormati keyakinan masing-masing.

Baca Juga: Paus Fransiskus Kabulkan Permintaan Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM untuk Tidak Diangkat Jadi Kardinal, Begini Keinginan Uskup Bogor Tersebut

Di masa SMP, Yaakov Baruch memutuskan untuk memeluk agama Yahudi setelah mengetahui bahwa dirinya memiliki keturunan Yahudi dari nenek pihak ibu.

Ia melacak silsilah keluarganya dan menemukan bahwa kakek buyutnya, Elias van Beugen, adalah seorang imigran Yahudi dari Belanda.

Baca Juga: Paus Umumkan 21 Kardinal Baru, Gambaran Universalitas Gereja Katolik Roma, Berikut Ini Daftar Lengkapnya

Keputusannya ini didukung oleh kedua orang tuanya, yang menerima pilihannya tanpa keberatan.

Selain sebagai rabi, Baruch juga mengajar di Universitas Sam Ratulangi. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X