PONTIANAKGLOBE.COM, GAZA -- Yahya Sinwar, yang lahir pada 29 Oktober 1962 di kamp pengungsi Khan Yunis di Jalur Gaza.
Ia adalah seorang politisi Palestina yang juga merupakan salah satu pendiri dan pemimpin Hamas, kelompok Islam Sunni yang menguasai Jalur Gaza.
Baca Juga: Masyarakat Teluk Batang Sambut Antusias Kampanye Dialogis Romi-Amru untuk Pilbup Kayong Utara 2024
Sinwar menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza dan lulus dengan gelar sarjana dalam bidang Studi Arab.
Selama tahun-tahun awal keterlibatannya dalam perjuangan Palestina, Sinwar ditangkap oleh otoritas Israel pada 1988 atas keterlibatannya dalam penculikan dan pembunuhan dua tentara Israel serta pembunuhan empat warga Palestina yang dicurigainya sebagai kolaborator Israel.
Akibatnya, ia dijatuhi empat hukuman seumur hidup oleh Israel.
Namun, pada tahun 2011, Sinwar dibebaskan dalam pertukaran tahanan dengan tentara Israel, Gilad Shalit.
Baca Juga: BRI dan IPB University Resmikan Balai Rakyat Indonesia, Langkah Pemberdayaan Masyarakat
Setelah dibebaskan, Sinwar kembali ke aktivitas politik dan militer, dan pada Februari 2017, ia terpilih sebagai pemimpin Hamas di Jalur Gaza, menggantikan Ismail Haniyeh.
Sebagai pemimpin, ia mengarahkan kebijakan dan operasi militer Hamas, yang mencakup perlawanan bersenjata terhadap Israel.
Baca Juga: Presenter Kompas TV Ni Luh Puspa Hadir di Pembekalan Calon Wakil Menteri
Pada 2021, Sinwar terpilih kembali untuk masa jabatan kedua sebagai kepala Hamas di Gaza.
Selama perang Israel-Hamas 2023, ia mengusulkan pertukaran tahanan antara semua tahanan Palestina di penjara Israel dengan semua sandera yang ditawan oleh Hamas selama konflik.Selain aktivitas politik dan militernya, Yahya Sinwar juga menjadi sasaran upaya pembunuhan oleh Israel. ***
Artikel Terkait
Konflik Israel Hamas Bukan Satu-satunya Perang dengan Banyak Korban Warga Sipil di Dunia, Ini Daftar 10 Perang dengan Banyak Korban di Dunia
Perang antara Israel dan Hamas Bukan Satu-satunya, Ada Perang Sebelum Era Moderen yang Melegenda dan Memprihatinkan
Kesepakatan Sementara Israel-AS-Hamas: Sandera Dibebaskan dan Perang Berhenti Selama 5 Hari
Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Perdamaian di Tengah Konflik Israel-Hamas
Hamas Mengonfirmasi Kematian Ismail Haniyeh dalam Serangan di Teheran Iran, Siapa Pelakunya?
Profil Pendidikan Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Tewas di Teheran