Forum Guru Besar Indonesia Mendorong Civitas Akademika Untuk Menghindari Pernyataan Politik Elektoral

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 8 Februari 2024 | 16:53 WIB
Silaturahmi Presidium yang diadakan di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Kamis, 8 Februari 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Silaturahmi Presidium yang diadakan di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Kamis, 8 Februari 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Dalam menghadapi situasi yang semakin memanas dalam kehidupan berbangsa, Presidium Forum Guru Besar Indonesia menghimbau kepada seluruh rekan sejawat di perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan elektoral yang sementara.

Himbauan ini merupakan hasil dari Silaturahmi Presidium yang diadakan di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta, pada Kamis, 8 Februari 2024.

Baca Juga: Tim Pemenangan Muda Ganjar-Mahfud Siapkan Relawan untuk Awasi Pelanggaran Pemilu pada 14 Februari 2024

"Segenap elemen masyarakat, terutama para akademisi, cendekiawan, dan tokoh masyarakat, diharapkan dapat menyampaikan pemikiran yang menenangkan, mendamaikan, dan solutif, daripada memperkeruh situasi dengan pernyataan yang provokatif," ungkap Ketua Presidium Guru Besar, Prof Singgih Tri Sulistyono, yang juga merupakan guru besar Universitas Diponegoro.

Presidium Forum Guru Besar Indonesia meminta rekan-rekan sejawat di semua perguruan tinggi di Indonesia untuk menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan elektoral yang bersifat sementara.

Baca Juga: Kumpul Akbar AMIN di JIS Mengalami Antrean yang Padat, Pendaftar Menunggu Virtual Berjam-jam

"Marilah kita menjadi pelita bangsa, berdiri di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman, mencerahkan saat gelap, dan menjadi pemandu menuju masa depan, bukan malah menyuarakan pendapat yang dapat memihak secara politis kepada pihak tertentu sambil menyingkirkan pihak lain, yang hanya akan memicu ketegangan dan konflik," tambahnya.

Dalam silaturahmi tersebut, sekitar 15 orang Guru Besar hadir dan menghasilkan delapan maklumat yang ditujukan untuk meredakan dan mendamaikan situasi serta memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan kebangsaan.

Baca Juga: Special Screening Film LAFRAN, Arief Rosyid Hasan: Kader HMI di mana pun Harus Bermanfaat Luas untuk Umat dan Bangsa

Di antara Guru Besar yang hadir dan menandatangani maklumat tersebut adalah Anggota Presidium, seperti Prof. Dr. oec. throph. Ir. Krisna Purnawan Candra, M.S. (Universitas Mulawarman - Samarinda), Prof. Dr. Ir. Rubiyo, M.Sc. (BRIN - Bogor), dan Prof. Murni Mahmud, Ph.D. (Universitas Negeri Makassar).

Selain itu, perwakilan anggota juga turut hadir, seperti Prof. Dr. Juhardi, M.M. (Universitas Mulawarman - Samarinda), Prof. Dr. Sukardi Weda, S.S., M.Hum., M.Pd., M.Si., M.M., M.Sos.I., M.A.P. (Universitas Negeri Makassar), Prof. Dr. Ir. Dedit Cahya Hapyanto, M.Sc. (PENS - Surabaya), dan Prof. Dr. Mohammad Soleh Ridwan, LLM, Ph.D. (UIPM - Bekasi).

Baca Juga: Terima Dukungan Masyarakat Batak, TKN: Prabowo-Gibran Lakukan Lompatan Besar Menuju Indonesia Maju

Di antara undangan yang hadir adalah Dr. Atus Syahbuddin (Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta), Dr. Ir. Abri, M.Sc. (Universitas Bosowa - Makassar), Dr. Khotimul Kusen, M.Psi., Dr. Sarji Faisal, S.H., S.Pd., M.Pd., M.M. (UHAMKA - Jakarta), dan Dr. Bambang Raditya Purnomo (UNITOMO - Surabaya).

Prof. Singgih berharap bahwa maklumat yang disampaikan oleh Presidium dapat menjadi pencerahan bagi semua pihak demi kesatuan dan kejayaan NKRI.

"Marilah kita jaga, rawat, dan kembangkan warisan NKRI ini sebagai rumah bersama yang aman, damai, bersatu, penuh kasih, saling menghormati, dan gotong royong, yang didasarkan pada Pancasila dan UUD 1945," harap Prof. Singgih. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X