Prabowo-Gibran Prioritaskan Konservasi Alam dan Budaya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Sabtu, 3 Februari 2024 | 18:33 WIB
Prabowo di acara Kadin Indonesia Komite Tiongkok di Jakarta, Jumat, 2 Februari 2024. (Dok. Pontianak Globe)
Prabowo di acara Kadin Indonesia Komite Tiongkok di Jakarta, Jumat, 2 Februari 2024. (Dok. Pontianak Globe)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Pemanfaatan dan pelestarian kekayaan bangsa Indonesia menjadi isu yang konsisten diperjuangkan oleh Pasangan Calon Nomor urut 2, Prabowo-Gibran.

Komandan Tim Komunikasi TKN, Budisatrio Djiwandono, menjelaskan bahwa konservasi yang akan dilakukan oleh Prabowo Gibran tidak hanya terfokus pada sumber daya alam, melainkan juga pada pelestarian kebudayaan bangsa.

Baca Juga: Prabowo Serahkan Pesawat Keempat C-130J Super Hercules untuk TNI AU, Disaksikan oleh Jokowi

Dia kemudian merinci program-program yang dicanangkan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Bagi Prabowo Gibran, konservasi kekayaan bangsa Indonesia tidak hanya berkaitan dengan alam, tetapi juga melibatkan konservasi budaya Indonesia. Ini bukan hanya identitas bangsa kita, tetapi juga akar nasionalisme yang akan kita wariskan kepada generasi mendatang,” kata Budisatrio di Jakarta, Sabtu, 3 Februari 2024.

Langkah pertama yang akan diambil, lanjut Wakil Ketua Komisi IV DPR RI tersebut, adalah peningkatan anggaran untuk sektor kebudayaan.

Baca Juga: Kelompok Usaha Warga Deklarasikan Dukungan untuk Prabowo-Gibran, Tegaskan Keberlanjutan Program UMKM

“Sesuai dengan visi misi kami di Astacita ke-8, kami akan meningkatkan anggaran untuk penelitian dan pelestarian situs budaya sejarah, termasuk dengan menyiapkan dana abadi kebudayaan. Ini penting untuk memberikan semangat baru kepada semua pihak yang terlibat dalam dunia kebudayaan,” terang Budisatrio.

Konservasi budaya Indonesia ini, lanjut Budisatrio, akan dilaksanakan oleh Prabowo Gibran melalui modernisasi struktur kelembagaan dalam Program Nasional Perlindungan Warisan Budaya.

Program ini akan bertanggung jawab atas pelestarian budaya Indonesia baik yang bersifat berwujud (tangible) maupun yang tidak (intangible).

“Yang bersifat berwujud melibatkan motif batik, pakaian adat, prasasti, istana, keraton, candi, dan alat musik. Sementara yang tidak berwujud mencakup cerita rakyat, bahasa ibu, peribahasa, kearifan lokal, termasuk lagu-lagu tradisional. Semua ini merupakan kekayaan bangsa yang harus dilestarikan,” jelas Budisatrio.

Baca Juga: TKN Menyambut Dukungan Santri Muda, Prabowo-Gibran Fokus Wujudkan Dana Abadi Pesantren

Dalam upaya melestarikan budaya yang bersifat berwujud, Budisatrio menekankan perlunya revitalisasi terhadap cagar budaya yang ada.

“Saat ini, banyak situs warisan budaya Indonesia yang menghadapi risiko kerusakan. Kami akan melakukan revitalisasi terhadap bangunan-bangunan bersejarah dan cagar budaya. Ini penting sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai luhur bangsa, terutama bagi generasi muda,” ungkapnya.

Sementara untuk budaya yang tidak bersifat berwujud, Prabowo Gibran akan mendorong kesadaran tentang pentingnya pelestarian budaya tradisional.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X