Kunjungan dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan Junko dari Jepang ke Kantor BPBD Kalimantan Barat

photo author
Jans Angkamor Bong, Pontianak Globe
- Jumat, 15 September 2023 | 22:41 WIB
Kunjungan dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan Junko dari Jepang ke Kantor BPBD Kalimantan Barat (Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak)
Kunjungan dari Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan Junko dari Jepang ke Kantor BPBD Kalimantan Barat (Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Pontianak)

PONTIANAKGLOBE, PONTIANAK, Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat di Jalan Adisucipto, Pontianak mendapat kunjungan dari rombongan Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo dan Junko Seriguci, seorang ahli bencana asal Jepang, Jumat 14 September 2023.

Dalam pertemuan ini, Edi Susanto dari Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kalimantan Barat menjelaskan berbagai jenis bencana prioritas yang ditangani oleh badan tersebut, yakni karhutla, angin puting beliung, hingga banjir bandang.

Baca Juga: Ajak Pemuda Kalbar Peduli Tangani Karhutla, Pandawa Ganjar Undang BPBD Kalbar Berikan Penyuluhan

Dia menekankan pentingnya manajemen bencana yang sistematis, didukung oleh dokumen-dokumen terkait.

Daniel, Ketua Satgas Informasi, menguraikan bahwa di Indonesia terdapat tiga jenis bencana: alam, non-alam, dan sosial. Sasaran penanggulangan bencana yakni untuk melindungi harta dan nyawa masyarakat.

Baca Juga: Wah! Sekitar 30 Hektare Kebun Warga di Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas Terbakar, Begini Kata BPBD Kalbar

Pertemuan ini juga membahas peran lima pelaku utama dalam penanggulangan bencana, yaitu pemerintah, masyarakat, dunia usaha, media, dan perguruan tinggi.

Harapannya, perguruan tinggi dapat memberikan inovasi dalam penanggulangan bencana, seperti solusi pengolahan lahan tanpa bakar yang murah dan metode pemadaman api tanpa air yang efektif.

Di Kalimantan Barat, penanggulangan bencana melibatkan berbagai unsur, termasuk patroli dan pemetaan kawasan banjir dan karhutla.

Wilayah ini juga dilengkapi dengan helikopter untuk pemadaman api yang sulit dijangkau, serta mobil pemadam untuk daerah yang lebih dekat dengan air.

Baca Juga: Gempa Tektonik Berkekuatan M 3.1 Kembali Guncang Landak Kalimatan Barat, Begini Dampaknya Menurut BPBD Kalbar

Junko Seriguci memberikan wawasan berharga tentang bagaimana mengurangi dampak bencana.

Dia mencatat bahwa meskipun sudah ada panduan dan rencana penanggulangan bencana, dukungan dari masyarakat dan budaya di Kalimantan Barat kadang kurang memadai.

Dia berbagi pengalaman Jepang, di mana pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap bencana sangat tinggi, sehingga rencana penanggulangan bencana lebih efektif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Jans Angkamor Bong

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X