Konvoi kemudian bergerak menempuh ratusan kilometer. Perjalanan berlangsung santai, diselingi canda dan beberapa kali persinggahan.
Di Sungai Pinyuh mereka menikmati kopi bersama. Di Kota Mempawah, rombongan berhenti untuk menunaikan Salat Jumat. Setelah makan siang di Singkawang, perjalanan berlanjut hingga Pastoran Sambas.
Di tempat itu, Pastor Paroki Sambas, Pastor Joni OFMCap, menyambut rombongan dengan hangat.
Selain menjamu para peserta dengan kopi, ia juga memberikan dukungan berupa bahan bakar Pertalite sebagai bentuk apresiasi terhadap perjalanan kemanusiaan yang sedang mereka jalani.
Sesampainya di Temajok, agenda yang menanti jauh melampaui kegiatan otomotif.
Ratusan scooterist dari Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam bersama-sama mengikuti bakti sosial, pelayanan kesehatan, pelepasan tukik sebagai bagian dari upaya konservasi pesisir, rolling wisata kawasan Temajok, hingga malam persaudaraan.
Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, FRKP West Borneo Vespa Lovers kembali menegaskan identitas yang selama ini mereka bangun: komunitas yang memadukan kecintaan terhadap Vespa dengan aksi sosial.
Penasehat FRKP West Borneo Vespa Lovers, Bruder Stephanus Paiman OFMCap, mengatakan Parade Scooter Borneo selalu dimaknai sebagai kesempatan untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Parade Scooter Borneo bukan sekadar ajang berkumpul para pecinta Vespa. Ini adalah ruang untuk memperkuat persaudaraan, berbagi kasih, melaksanakan bakti sosial dan bakti kesehatan, sekaligus mengajak semua orang peduli terhadap lingkungan. Melalui pelepasan tukik dan kegiatan sosial lainnya, kami ingin meninggalkan manfaat nyata bagi masyarakat Temajok," katanya.
Menurut Bruder Steph, kecintaan terhadap Vespa hanyalah titik awal.
Yang lebih penting adalah semangat saling membantu yang terus tumbuh di dalam komunitas.
"Komunitas ini dibangun bukan hanya karena kecintaan terhadap Vespa, tetapi karena semangat saling membantu, saling peduli, dan menjadi berkat bagi sesama," ujarnya.
"Komunitas ini dibangun bukan haParade Scooter Borneo XXI tahun ini mempertemukan ratusan scooterist dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Sumatera, dan Ambon," katanya.
"Dari luar negeri, peserta datang dari Kuching, Simunjan, Sabah, serta Brunei Darussalam. Keberagaman itu menjadikan kegiatan tersebut sebagai salah satu perjumpaan komunitas Vespa terbesar di Pulau Borneo," ujar-nya.
Sebagai bentuk penghormatan kepada tamu dari Malaysia dan Brunei Darussalam, FRKP West Borneo Vespa Lovers menggelar malam keakraban di lokasi penginapan yang berdampingan dengan rombongan scooterist Malaysia.