PONTIANAKGLOBE.COM, PONTIANAK -- Ulama kharismatik sekaligus pendiri Jamaah Dzikir Nurul Wathon, KH Fathulloh Suyuti Toha, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah situasi geopolitik global yang semakin tidak menentu.
Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri silaturahmi kebangsaan di Media Corner Avocado, Alun-alun Selatan Yogyakarta, Minggu (31/5/2026), setelah mengikuti rangkaian ziarah kebangsaan ke makam Panglima Besar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara.
Baca Juga: Xennial: Generasi Jembatan Antara Gen X dan Milenial yang Paling Adaptif
Dalam kesempatan itu, KH Suyuti menilai dinamika geopolitik dunia berpotensi memengaruhi stabilitas Indonesia, baik dari sisi ekonomi, perdagangan, maupun kepentingan strategis negara-negara asing.
“Persatuan itu sangat mahal. Sebagai bangsa yang memiliki latar belakang keberagaman, persatuan harus dipegang kuat dan tidak boleh luntur. Sekali lengah atau menganggap remeh persatuan, negara kita akan hancur,” tegas KH Suyuti.
Pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda Banyuwangi itu mengingatkan bahwa situasi global yang kompleks dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk memecah belah bangsa.
Baca Juga: Dari Pontianak ke Pasar Global: Saat Anak Muda Bisa Digaji Dolar dari Kamar Kos
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta tetap menjaga persatuan serta mengedepankan kepentingan nasional di atas kepentingan kelompok.
Menurutnya, bangsa Indonesia harus waspada terhadap berbagai gerakan yang berpotensi mengganggu persatuan dan stabilitas negara.
“Pemerintah harus didukung dan dibantu agar kita semua dapat keluar dari kondisi yang sulit. Jangan malah kita bertentangan satu sama lain yang membuka peluang organisasi tanpa bentuk itu masuk untuk mengacaukan negara,” ujarnya.
KH Suyuti juga menegaskan pentingnya mendukung institusi negara, termasuk TNI, dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Saya menandai kelompok kiri mulai bergerak. NKRI harus dijaga. TNI harus dibantu dalam melaksanakan tugasnya,” katanya.
Menurut KH Suyuti, semangat persatuan merupakan modal utama bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global yang semakin kompleks.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kebersamaan, toleransi, dan semangat gotong royong demi menjaga keutuhan bangsa dan negara. ***