PONTIANAKGLOBE.COM, UST MANILA, FILIPINA | Sehari setelah menghadiri perayaan akbar satu abad pemahkotaan Maria di Manaoag, langkah Agustinus Agus tidak berhenti pada altar devosi.
Ia berlanjut ke ruang-ruang akademik, menandai kesinambungan antara iman dan intelektualitas. Pada Kamis, 23 April 2026, delegasi Universitas Katolik Santo Agustinus Hippo Pontianak menggelar pertemuan strategis dengan University of Santo Tomas di Manila, Filipina—universitas Katolik tertua di Asia yang telah lama menjadi pusat pembelajaran dan tradisi intelektual Gereja.
Pertemuan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu tidak sekadar menjadi agenda formal, melainkan ruang dialog yang mempertemukan dua visi pendidikan Katolik dalam konteks global.
Diawali dengan kunjungan ke Museum UST penyimpan memori sejarah dan kebudayaan Filipina rombongan diajak menelusuri jejak panjang peradaban yang membentuk identitas bangsa dan Gereja di kawasan ini.
Dalam momentum tersebut, Mgr. Agustinus Agus, OP yang juga menjabat Ketua Dewan Pembina Yayasan Landak Bersatu, menyampaikan pesan reflektif yang sarat makna. Melalui tulisan khusus untuk pertemuan itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas negara sebagai jalan pembaruan.
“Sebagai ketua dewan pembina yayasan, saya sangat mendukung pertemuan ini. Semoga kolaborasi dengan UST menjadi langkah nyata untuk memajukan pendidikan, penelitian, dan pelayanan kita,” tulisnya.
Pesan ini tidak hanya menjadi sambutan, tetapi juga arah bahwa kerja sama ini diharapkan melampaui seremoni dan berbuah pada transformasi konkret.
Delegasi dari Pontianak dipimpin oleh Romo Johanes Robini Marianto OP selaku Rektor, didampingi Gen. Sumirat Dwiyanto sebagai Rektor Umum, serta Dr. Sendy Franciscus Tantono sebagai Secretary General.
Kehadiran mereka mencerminkan keseriusan institusi dalam membangun jejaring internasional yang berkelanjutan.
Di sisi tuan rumah, rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan UST, termasuk Direktur Office of Public Affairs beserta tim. Rangkaian agenda pun dirancang padat dan komprehensif, mencakup berbagai bidang strategis dalam pengembangan universitas.
Dialog dimulai dari Office for Admissions, yang membuka perspektif tentang sistem penerimaan mahasiswa dan tata kelola akademik. Diskusi kemudian berlanjut ke College of Education, membahas penguatan kualitas pendidikan dan pembentukan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Pertemuan di AMV-College of Accountancy menghadirkan perspektif tata kelola keuangan dan profesionalisme, sementara sesi di College of Commerce and Business Administration menggali peluang kolaborasi dalam bidang ekonomi dan bisnis global.
Tidak hanya berhenti pada ruang diskusi, rombongan juga mengunjungi Quadricentennial Square—simbol sejarah panjang UST—yang menjadi ruang refleksi tentang bagaimana tradisi dan inovasi dapat berjalan beriringan. Kegiatan kemudian ditutup dengan courtesy visit kepada Rektor UST, yang mempertegas komitmen kedua institusi untuk melangkah bersama ke depan.