Wakil Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyebut, perusahaan terus meningkatkan produksi migas serta mempercepat pengembangan energi hijau berkelanjutan melalui strategi pertumbuhan ganda (dual growth strategy).
Baca Juga: Smelter Belum Ngebut, Laba Amman Mineral (AMMN) Anjlok Tajam, Rugi USD175 Juta di 2025!
Pertamina menargetkan produksi minyak mencapai 1 juta barel per hari pada 2029, dengan memanfaatkan potensi 120 cekungan migas di Indonesia.
Hingga pertengahan 2025, kontribusi Pertamina terhadap keuangan negara mencapai Rp225 triliun melalui pajak, dividen, dan PNBP.
“Pertamina bukan sekadar entitas bisnis, tetapi instrumen strategis pembangunan nasional,” ujar Simon.
Dengan fondasi kuat dan strategi berkelanjutan, Pertamina menegaskan perannya sebagai penggerak utama transformasi energi dan pencetak SDM unggul menuju kemandirian energi Indonesia. ***