Sementara Agung Pamungkas dari Google Indonesia menjelaskan program Bangkit Bersama AI yang menyiapkan talenta digital masa depan.
Baca Juga: Van Gaal Bikin Publik Bola Indonesia Salah Fokus, Ini Penjelasan Lengkapnya
Dari sektor teknologi, Rina Suryani (IBM Indonesia) menegaskan pentingnya literasi digital melalui program SkillsBuild, yang menargetkan dua juta peserta pelatihan AI.
Sedangkan Suandi Tanuwijanto (Corteva Agriscience) menekankan peran teknologi pertanian berkelanjutan dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan produktivitas petani.
Menurut Prelia Moenandar, Strategic Communications Lead USABC, laporan BISA merupakan refleksi nyata kemitraan jangka panjang dunia usaha AS untuk Indonesia.
“Kami berharap semangat ini memperkuat sinergi pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menuju visi Indonesia Emas 2045,” katanya.
Baca Juga: Misteri Kematian Timothy Anugerah, CCTV Lantai 4 Rusak Sejak 2023 Polisi Angkat Bicara
Sejak berdiri pada 1984, US-ASEAN Business Council menjadi wadah advokasi utama bagi perusahaan Amerika Serikat yang beroperasi di Asia Tenggara.
Organisasi ini berperan memperkuat hubungan ekonomi dan investasi yang saling menguntungkan antara AS dan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. ***