PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- US-ASEAN Business Council (USABC) secara resmi meluncurkan laporan “Bisnis AS untuk Indonesia (BISA)” pada Selasa (14/10) di Jakarta.
Dokumen tersebut menyoroti kontribusi 35 perusahaan Amerika Serikat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia lewat penciptaan lapangan kerja, pengembangan talenta digital, serta investasi di bidang inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Viral! Pesawat Kargo Emirates Tergelincir dan Tercebur ke Laut di Hong Kong, 2 Tewas
Laporan itu menunjukkan, sejak 2003 hingga 2025, perusahaan-perusahaan AS telah menciptakan lebih dari satu juta lapangan kerja di berbagai sektor strategis, termasuk energi, pertanian, manufaktur, dan teknologi digital.
Selain itu, lebih dari lima juta individu telah memperoleh pelatihan keterampilan digital seperti cloud computing, keamanan siber, dan kecerdasan buatan (AI).
USABC juga mencatat kontribusi signifikan dalam sektor pendidikan dan sosial.
Lebih dari 60.000 siswa dan pendidik telah dijangkau melalui program STEM, sementara 300.000 penerima manfaat mendapatkan dukungan dari berbagai program kesehatan, sosial, dan lingkungan.
Presiden & CEO Interim USABC, Dubes (Purn) Brian McFeeters, menyatakan bahwa laporan BISA menggambarkan komitmen jangka panjang dunia usaha Amerika dalam mendukung agenda ekonomi nasional.
Baca Juga: Ancaman Iklim Serius, Prabowo Bangun Tanggul 535 Km Demi Keselamatan Warga Pantura
“Bisnis AS berkontribusi terhadap prioritas ekonomi Presiden Prabowo melalui investasi, pengembangan tenaga kerja, dan transfer teknologi,” ujar McFeeters.
Dari pihak pemerintah, Deputi Promosi Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Nurul Ichwan menegaskan pentingnya memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia–AS.
“Amerika Serikat selalu menjadi salah satu dari 10 besar investor di Indonesia. Namun yang lebih penting adalah bagaimana investasi itu membawa transfer teknologi dan peningkatan kapasitas SDM kita,” jelasnya.
Peluncuran laporan BISA juga diisi dengan diskusi panel yang menghadirkan perwakilan dari empat anggota USABC — bp Indonesia, Google Indonesia, IBM Indonesia, dan Corteva Agriscience.
Masing-masing memaparkan kontribusi nyata mereka dalam mendukung pembangunan nasional.
Desy “Becky” Unidjaja dari bp Indonesia menyoroti proyek Tangguh LNG di Papua Barat sebagai contoh pengembangan SDM lokal dan transfer keahlian di sektor energi.
Artikel Terkait
Deputi Administrator USAID Isobel Coleman ke Jakarta, Sempatkan Minum Kopi Lokal dengan Pemimpin Perempuan
Pontianak Susun Rencana Kerja Tahunan Program USAID IUWASH Tangguh, Program Percepatan Air Minum
Kalbar Ingin Peer to Peer Learning Bersama USAID ERAT Dapat Entas Kemiskinan Ekstrem
Kerjasama dengan USAID SEGAR Pemkab Kubu Raya Serahkan STDB kepada Petani Sawit Swadaya, Begini Harapan Bupati
Tether Investasikan 200 Juta US Dolar untuk Membantu Orang dengan Gangguan Neurologis
Kamala Lakhdhir Resmi Jadi Dubes AS untuk Indonesia, Serahkan Surat Kepercayaan kepada Jokowi