PONTIANAKGLOBE -- Pemprov Kalimantan Barat mengharapkan program Peer to Peer Learning bisa mengatasi persoalan kemiskinan ekstrem sekaligus mempercepat proses perluasan praktik inovasi dan transformasi pelayanan publik.
Dilansir dari laman Pemprov Kalbar, Wakil Gubernur Kalbar Ria Norsan mengatakan saat ini kemiskinan ekstrem Kalbar ada sebanyak 73.342 jiwa atau naik dari 1,08% menjadi 1,41%.
"Persentase tertinggi di Kabupaten Ketapang yakni 18.989 jiwa (3,57%). Pemerintah pusat menargetkan penurunan kemiskinan ekstrem hingga 0% di seluruh wilayah Indonesia hingga tahun 2024," kata Ria Norsan dikutip Pontianak Globe, Rabu (14 Juni 2023).
Sebagai informasi, program peer to peer merupakan kerjasama dengan USAID ERAT dan Pemprov Kalbar untuk mendorong lahirnya inovasi dan praktik baik dalam penyediaan layanan publik bagi pemerintah daerah.
Public Service Specialist USAID ERAT, Erna Irnawati mengatakan peer to peer learning adalah kegiatan berbagi pengetahuan, ide dan pengalaman serta mempercepat proses perluasan praktik dan transformasi pelayanan publik di daerah.
"Mengangkat isu kemiskinan ekstrem melalui program itu sebagai upaya mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem. Daerah bisa mengembangkan inovasi dari daerah lain sehingga tidak perlu dari nol, tinggal replikasi inovasi sesuai kebutuhan daerah," kata Erna Irnawati.
Artikel Terkait
Deputi Administrator USAID Isobel Coleman ke Jakarta, Sempatkan Minum Kopi Lokal dengan Pemimpin Perempuan
Pontianak Susun Rencana Kerja Tahunan Program USAID IUWASH Tangguh, Program Percepatan Air Minum