PONTIANAKGLOBE.COM, DENPASAR -- Tragedi kematian mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, Timothy Anugerah (22), meninggalkan duka mendalam bagi banyak pihak. Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) itu ditemukan meninggal dunia pada Rabu, (15/10/2025), setelah diduga melompat dari lantai empat gedung fakultas.
Namun di tengah suasana berkabung, publik justru dikejutkan oleh beredarnya tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang memperlihatkan sejumlah mahasiswa menuliskan komentar tak pantas terkait kematian Timothy.
Baca Juga: Isu Whoosh Panas! Mahfud MD vs KPK soal Mark Up Anggaran Triliunan
Foto almarhum yang beredar pun dijadikan bahan candaan, hingga memicu kemarahan luas di media sosial. Enam mahasiswa kini disebut sebagai pihak yang diduga terlibat dalam tindakan nir-empati tersebut.
Pihak kampus bergerak cepat menindaklanjuti kasus ini. Ketua Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana, Dr. Dewi Pascarani, menyatakan bahwa penyelidikan akan dilakukan berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
“Adalah tugas Satgas PPK-Unud untuk mendalami dan memutuskan langkah selanjutnya,” ujar Dewi, Jumat, (17/10/2025).
Ia menambahkan, fakultas telah merekomendasikan agar enam mahasiswa tersebut diberi sanksi akademik berupa nilai D atau tidak lulus di seluruh mata kuliah semester berjalan.
“Soft skill menjadi bagian dari penilaian, dan sikap tidak berempati tentu bertentangan dengan nilai-nilai itu,” katanya. Meski demikian, keputusan final masih menunggu hasil investigasi dari Satgas PPK.
Sementara itu, Himpunan Mahasiswa Sosiologi (HIMASOS) Unud juga mengeluarkan pernyataan keras, mendesak universitas untuk menjatuhkan sanksi tegas tanpa kompromi.
“HIMASOS menuntut agar Fakultas FISIP dan Satgas PPK segera mengambil tindakan tegas terhadap mahasiswa yang melontarkan ucapan nir-empati,” tulis organisasi tersebut melalui akun Instagram @himasosudayana.
Baca Juga: Ammar Zoni Dipindahkan ke Nusakambangan, Pengacara Sebut Perlakuan Seperti Teroris
Di tengah sorotan publik, sahabat-sahabat Timothy mengenangnya sebagai sosok yang rajin, ceria, dan murah senyum. Dalam video yang beredar di media sosial, mereka memperlihatkan momen saat Timothy mendapat apresiasi di kelas.
“Kita semua kangen kamu, Timmy,” tulis salah satu rekannya.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi dunia kampus tentang pentingnya empati, tanggung jawab sosial, dan budaya saling menghargai. Universitas Udayana berjanji akan menuntaskan penyelidikan serta memastikan keadilan bagi almarhum Timothy dan keluarganya.***