Dalam video yang beredar, terlihat pertunjukan ketoprak tradisional yang digelar pada malam hari.
Sarjiyono tampak beradu peran dengan seorang pemain wanita. Di belakang mereka, sejumlah pengrawit dan sinden terlihat mengiringi pertunjukan dengan musik gamelan.
Dalam salah satu adegan, Sarjiyono mengenakan kebaya berwarna merah muda dan blangkon. Ia terlihat berjoget dan berinteraksi dengan pemain wanita tersebut.
Saat pementasan masih berlangsung, Sarjiyono terlihat bergerak menjauh dari pemain wanita yang menjadi lawan mainnya.
Tak lama kemudian, ia tiba-tiba terjatuh dan ambruk di atas panggung.
Sarjiyono sempat tergeletak dan tidak segera bangun. Sejumlah pemain lain kemudian menghampirinya untuk memberikan pertolongan.
Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawa Sarjiyono alias Mbetut tidak dapat diselamatkan.
Kabar meninggalnya seniman ketoprak tersebut kemudian menuai perhatian warganet. Sejumlah pengguna media sosial menyampaikan belasungkawa dan mendoakan almarhum.
Kepergian Sarjiyono turut meninggalkan duka bagi dunia seni dan budaya, khususnya kesenian tradisional ketoprak di Yogyakarta. ***
Artikel Terkait
Bocah 7 Tahun di Dairi Diduga Dianiaya Bibi, Tubuh Penuh Luka
Ketua Umum Inkai Kota Pontianak Heriyadi, Tegaskan Inkai Harus Cetak Atlet Berprestasi Sekaligus Membentuk Karakter
Sekda Kota Pontianak Tegaskan Olahraga Karate Berperan Membentuk Kesehatan dan Karakter Masyarakat, Contohkan Kehidupan Masyarakat Okinawa
Ketua Inkai Kalbar Satarudin Dorong Pengurus Baru Inkai Pontianak Berinovasi dan Perkuat Pembinaan Karate, Persiapan Dojo di Pontianak
Ketua Forki Kota Pontianak Dorong Inkai Kota Pontianak Perkuat Pembinaan Atlet dan Karakter
Tari Kontemporer Jadi Ruang Eksplorasi Talenta Seni Kalbar