Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi: Berpotensi Timbulkan Anarki

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Rabu, 29 Juli 2026 | 21:05 WIB
Mahfud MD menyoroti tentang sayembara penangkapan begal yang dicetuskan Gubernur Jawa Barat.  (YouTube/Mahfud MD Official)
Mahfud MD menyoroti tentang sayembara penangkapan begal yang dicetuskan Gubernur Jawa Barat. (YouTube/Mahfud MD Official)

Menurutnya, seseorang bisa saja menjadi korban pengeroyokan hanya karena diteriaki sebagai pelaku kejahatan tanpa adanya bukti.

"Bisa saja orang berjalan biasa lalu dikeroyok ramai-ramai, ada yang berteriak maling, padahal dia bukan," ujarnya.

Untuk menggambarkan risiko tersebut, Mahfud menceritakan pengalaman pribadinya saat pernah dituduh membawa telepon genggam milik orang lain.

Ia menilai peristiwa itu menjadi contoh bahwa tuduhan tanpa proses hukum dapat berujung pada tindakan yang keliru.

"Harus ada aparat. Kalau kurang, tambah lagi aparat. Namanya negara hukum," katanya.

Dedi Mulyadi Umumkan Sayembara

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan sayembara bagi masyarakat yang berhasil melumpuhkan pelaku begal, pencopetan, maupun penjambretan, kemudian menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup.

Dalam pengumuman pada 24 Juli 2026, Dedi menawarkan hadiah mulai dari Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang memenuhi ketentuan tersebut.

"Saya memberikan sayembara untuk seluruh warga Jabar yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret. Kami siapkan hadiah dari Rp5 juta sampai Rp50 juta, yang mampu melumpuhkan berbagai aksi kejahatan dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup," ujar Dedi. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X