Promedia Group Gelar Webinar Kupas Strategi Konten Digital dan Cara Tingkatkan Engagement

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:05 WIB
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group.  (Dok. Promedia)
Webinar ‘Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional’ oleh Promedia Group. (Dok. Promedia)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Promedia Group sukses menggelar webinar gratis bertajuk "Inside the Digital Ecosystem: Membedah Platform dan Pola Kerja Kreator Profesional" pada Kamis (16/7/2026).

Webinar yang diikuti jurnalis mitra Promedia Group dan masyarakat umum ini membahas strategi membuat konten yang sesuai dengan karakter setiap platform media sosial agar mampu meningkatkan engagement sekaligus menjangkau audiens yang tepat.

Baca Juga: Tingkatkan Daya Saing Sawit Nasional, BPDP dan Ditjenbun bersama PT TKM Gembleng 180 Pekebun Kalimantan Barat Lewat Program SDM Perkebunan 2026

Materi disampaikan oleh General Manager Media Network Promedia Group, Agil Hari Santoso.

Konten Harus Menyesuaikan Karakter Platform

Dalam pemaparannya, Agil menjelaskan bahwa setiap platform media sosial memiliki karakter pengguna yang berbeda. Karena itu, kreator tidak cukup hanya mengikuti topik yang sedang viral, tetapi juga perlu memahami kebiasaan audiens di masing-masing platform.

"Kita sering mengalami konten yang kita unggah punya engagement tinggi, dari jumlah penonton sampai kenaikan followers. Tapi di dua atau tiga konten selanjutnya, bisa jadi menurun," kata Agil.

Menurutnya, terus mengejar topik yang sedang tren tanpa strategi yang tepat justru berisiko membuat kreator mengalami kelelahan atau burnout.

"Terus mencari topik yang trending, mengubah ide menjadi materi konten justru bisa membuat burnout, padahal dituntut untuk konsisten. Karena itu, konten kreator juga perlu memahami platform media sosial," ujarnya.

Sesuaikan Format Konten

Agil mengatakan media sosial kini tidak lagi sekadar menjadi sarana berbagi informasi, tetapi juga menjadi ruang membangun komunitas, meningkatkan engagement, hingga menghasilkan pendapatan.

Karena itu, format konten perlu disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Baca Juga: Dody Hanggodo Buka Suara soal Isu Mutasi Pegawai dan Dugaan Nepotisme di PT PP

Menurutnya, pengguna X dan Threads cenderung lebih menyukai konten dalam bentuk utas yang mendorong diskusi. Sementara itu, konten Reels Instagram dapat dimanfaatkan kembali di TikTok dengan penyesuaian caption.

Untuk YouTube, video berdurasi panjang juga dapat diolah menjadi YouTube Shorts agar menjangkau audiens yang lebih luas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X