Polemik Kebocoran Surat Dinas Menteri PU, Publik Soroti Nasib Whistleblower

photo author
Patrisia Yosi, Pontianak Globe
- Kamis, 9 Juli 2026 | 22:25 WIB
Ramai kebocoran surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo yang turut mengajak anaknya. (Instagram/dody_hanggodo -Threads/salsaer)
Ramai kebocoran surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo yang turut mengajak anaknya. (Instagram/dody_hanggodo -Threads/salsaer)

Akun @arfzulfikar menulis:

"Pernyataan terbuka untuk @kementerianpu. Kami bersama whistleblower, kami tidak mengizinkan kalian memberikan sanksi kepada orang yang membocorkan surat dinas ke New York. Hentikan investigasi dan hunting internal yang kalian lakukan, segera berbenah diri. Rakyat Indonesia mengawasi kalian."

Sementara itu, akun @inrtn_s menyampaikan harapan agar pihak yang membocorkan surat tersebut tidak mengalami tekanan.

"Untuk mas-mas atau mbak-mbak ASN yang spill surat dinas menteri dan keluarganya ke New York, semoga kamu enggak kena pressure/intimidasi dari lingkungan kerja ya. Kalau suatu saat mengalami, tolong speak up!! Netizen pasti bantu support kok."

Sebelumnya, surat perjalanan dinas Menteri PU Dody Hanggodo menjadi viral di media sosial. Surat tersebut berkaitan dengan agenda menghadiri High-Level Meeting on the Midterm Review of the New Urban Agenda, forum resmi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dijadwalkan berlangsung di New York, Amerika Serikat, pada 13–19 Juli 2026.

Perhatian publik kemudian tertuju pada Lampiran I Surat Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum Nomor: HL04/T/Sj/2026/81 tertanggal 29 Juni 2026. Dalam dokumen itu tercantum nama istri Menteri PU, Irma Hermawati, yang menggunakan paspor diplomatik, serta putrinya, Aurellia Tsabitha Meidirama, yang menggunakan paspor biasa.

Temuan tersebut memunculkan spekulasi di media sosial bahwa perjalanan tersebut berkaitan dengan agenda menonton Final Piala Dunia 2026 di Stadion MetLife, Amerika Serikat.

Menanggapi sorotan tersebut, Apri Artoto menegaskan bahwa apabila keluarga ikut berangkat, seluruh pembiayaannya tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Untuk pembiayaan terhadap keluarga, itu tidak akan menggunakan dana APBN. Kalau memang ada pemberangkatan dari anggota keluarga, maka pembiayaan akan menggunakan dana pribadi," tegas Apri. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Patrisia Yosi

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X