Kementerian Kesehatan melalui akun Instagram resminya turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dokter Adrian.
Di sisi lain, kolom komentar unggahan tersebut dipenuhi warganet dan sejumlah tenaga kesehatan yang meminta penyebab kematian dokter Adrian diusut secara menyeluruh, menyusul beredarnya dugaan perundungan selama menjalani pendidikan.
"Lagi dan lagi, seperti tidak ada tindakan nyata dan tegas. Buka mata dan telinga kalian, lindungi PPDS dan dokter-dokter," tulis salah satu warganet.
Komentar serupa juga disampaikan sejumlah dokter yang meminta adanya evaluasi terhadap sistem pendidikan dokter spesialis.
Hingga berita ini diterbitkan, Kementerian Kesehatan, Universitas Sam Ratulangi, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, maupun aparat berwenang belum menyampaikan keterangan resmi mengenai penyebab meninggalnya dokter Adrian maupun dugaan perundungan yang ramai diperbincangkan di media sosial. ***
Artikel Terkait
Fakta Temuan 55 Kilogram Platinum di Mobil Bupati Langkat Saat OTT KPK
Anak Pengurus Ormas LBI Jadi Korban Begal di Bandung, Alami Luka Berat
Korban Dugaan KDRT oleh Oknum Polisi di Tegal Mengaku Dipaksa Konsumsi Sabu, Kuasa Hukum Sebut Rumah Dipasangi CCTV
Tambang Galian C di Banyuwangi Hadapi Dua Proses Hukum, Warga Gugat Dugaan Dampak Lingkungan
Dugaan Kebocoran Dana Rp2,8 Miliar di BSI Anambas Terungkap Saat Nasabah Ajukan Kredit Baru
Kasus Daycare Little Aresha Bertambah, Polisi Tetapkan 14 Tersangka Baru