Antonius Widyarso SJ lahir di Malang pada 1966. Ia merupakan imam Jesuit sekaligus dosen filsafat.
Studi pascasarjananya ditempuh di Hochschule für Philosophie, München, Jerman, dengan tesis mengenai pemikiran filsuf sosial Jürgen Habermas; di Essex University, Colchester, Inggris, melalui disertasi yang mengkritik konsep proceduralism liberal; serta di STF Driyarkara, Jakarta, dengan disertasi mengenai pemikiran filsuf hukum kontemporer H.L.A. Hart.
Ia mengampu mata kuliah Logika, Alam Pemikiran Indonesia, Filsafat Politik, Kewarganegaraan, dan Filsafat Hukum Kontemporer. Sejak 2020, Romo Widy menjabat sebagai Ketua Program Studi Filsafat di STF Driyarkara.
Ringkasan Buku
Buku Pemisahan Hukum dan Moralitas: Mengkaji Pemikiran H.L.A. Hart yang diterbitkan Marjin Kiri mengulas relasi antara klaim hukum dan moral yang selama ini kerap dianggap berjalan seiring.
Melalui pemikiran Herbert Lionel Adolphus (H.L.A.) Hart—salah satu teoretikus hukum paling berpengaruh abad ke-20—buku ini mengambil posisi bahwa hukum bukan hanya perlu dibedakan dari moralitas, tetapi juga dipisahkan secara konseptual.
Melalui posisi tersebut, masyarakat plural diharapkan tetap memiliki ruang untuk menghadapi tantangan zaman, terutama ketika nilai agama, adat, atau identitas tertentu berupaya diterjemahkan menjadi aturan yang mengikat seluruh warga. ***
Artikel Terkait
Filsafat Kamera, Cara Unik Gubernur Akpol Didik Taruna Jaga Citra Polri
Kebisingan Digital, Uskup Didik Ingatkan Komsos Tak Sekadar Pengguna Teknologi
Hadirkan Uskup dan Filsuf Nasional, Unika San Agustin Gelar Workshop Humaniora
Workshop Humaniora Unika San Agustin Pertanyakan Arah Pendidikan Tinggi: Masihkah Filsafat Relevan?
Mengapa Filsafat Masih Penting bagi Generasi Profesional?
Filsafat Membentuk Tenaga Kesehatan yang Tidak Hanya Cerdas, tetapi Juga Humanis