Kelompok lingkungan juga mendorong evaluasi izin dan penguatan pengawasan terhadap aktivitas yang dinilai berpotensi menyebabkan deforestasi di kawasan bernilai ekologis tinggi.
Di tengah tarik-menarik kepentingan ekonomi dan konservasi, pertanyaan yang tersisa bukan hanya soal siapa yang menguasai ruang—tetapi bagaimana ruang itu tetap dapat menopang kehidupan, baik bagi manusia maupun satwa yang telah lama menjadikannya rumah. ***
Artikel Terkait
Kabar Gembira, Satu Individu Orangutan Lahir di Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kalimantan Barat
Kesempatan Beasiswa Peduli Orangutan Kalbar 2025, Cek Syarat dan Jadwalnya!
20 Tahun Dirantai, Orangutan Jojo Kini Hidup Bebas di Enclosure Semi-Liar Ketapang
Tersasar hingga Makan Cempedak Warga, Dua Orangutan Akhirnya Dilepas ke Habitat Asli
Prabowo Tantang Mafia Lahan Sawit dan Tambang: Jangan Coba Main Belakang
Ance Prasetyo Desak KLHK Usut Lahan Kompensasi Tambang Emas