Dari Kanopi ke Sungai, Membaca Dampak Perubahan Iklim di Jantung Borneo

photo author
Stefanus Akim, Pontianak Globe
- Jumat, 12 Juni 2026 | 20:51 WIB
Seekor orangutan bertengger tinggi di antara kanopi hijau hutan tropis. Perubahan suhu dan pola musim yang semakin tidak menentu mulai memberi tekanan pada habitat serta ketersediaan pakan satwa endemik di Borneo. (Pexels/Arwin Waworuntu)
Seekor orangutan bertengger tinggi di antara kanopi hijau hutan tropis. Perubahan suhu dan pola musim yang semakin tidak menentu mulai memberi tekanan pada habitat serta ketersediaan pakan satwa endemik di Borneo. (Pexels/Arwin Waworuntu)

Tidak hanya mengurangi regenerasi pohon, tetapi juga mengurangi ketersediaan pakan bagi satwa yang menggantungkan hidup pada buah dan vegetasi hutan.

Tekanan Berantai terhadap Satwa Liar

Perubahan komposisi pakan dan habitat perlahan memengaruhi perilaku satwa.

Orangutan Kalimantan yang sangat bergantung pada ketersediaan buah hutan dapat memperluas area jelajah ketika sumber pakan menurun.

Baca Juga: Krisis Lingkungan Kian Kompleks, BRIN Minta Perbaikan Tata Kelola Sumber Daya Alam

Pergerakan ini berpotensi meningkatkan interaksi dengan kawasan yang telah digunakan manusia.

Di wilayah rawa dan sepanjang aliran sungai, bekantan juga menghadapi tekanan yang berbeda.

Perubahan pola air, kondisi vegetasi riparian, hingga fluktuasi musim memengaruhi kualitas habitat yang selama ini menopang populasi satwa tersebut.

Konflik yang kemudian muncul di area kebun atau pemukiman sering kali dilihat sebagai gangguan satwa.

Padahal dalam banyak kasus, itu merupakan tanda bahwa ruang hidup alami mereka semakin tertekan.

Perubahan ekosistem di Kapuas Hulu juga menyentuh sumber penghidupan masyarakat.

Salah satunya terlihat pada hasil hutan bukan kayu yang selama ini menjadi penyangga ekonomi lokal.

Produksi madu hutan misalnya.

Wilayah Kapuas Hulu, termasuk kawasan Danau Sentarum, dikenal sebagai penghasil madu hutan dari lebah liar yang bersarang pada pohon-pohon tinggi.

Produktivitas madu sangat dipengaruhi oleh ketersediaan bunga dan kestabilan musim.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Stefanus Akim

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Seabad Maria Manaoag, Bersama Jutaan Umat

Rabu, 22 April 2026 | 22:31 WIB
X