“Tidak hanya pemerintah Presiden Prabowo, tetapi juga pemerintah-pemerintah berikutnya. Kita harus membaktikan diri untuk bangsa dan negara. Nurul Wathon akan terus berjalan dan tidak boleh meminta dukungan dari pemerintah,” ujarnya.
Pertemuan tersebut menjadi simbol pentingnya membangun jembatan komunikasi, persaudaraan, dan semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia. ***
Artikel Terkait
Kardinal Suharyo Sampaikan Pesan Damai Dokumen Abu Dhabi: Awali Langkah Perdamaian Dunia PWKI ke Vatikan
AM Putut Prabantoro: Ini Tiga Kriteria yang Dibutuhkan Pemimpin Indonesia 2045
Putut Prabantoro: Karena Dunia Berubah, Ideologi Harus Berwujud dan Berbentuk
AM Putut Prabantoro Tegaskan Pemda di Asia Pasifik Perlu Promosikan Perdamaian Demi Peradaban Dunia
Ketua KWI Apresiasi Misi PWKI ke Vatikan: Bertemu Paus Leo XIV hingga MoU Bahasa Indonesia
Vatikan Gunakan Bahasa Indonesia Secara Resmi, Kardinal Suharyo Ungkap Dua Alasan Penting saat Terima Kunjungan PWKI