PONTIANAKGLOBE.COM, YOGYAKARTA -- Suasana hangat dan penuh nuansa kebangsaan mewarnai pertemuan antara ulama kharismatik KH Fathulloh Suyuti Toha dengan pegiat kebangsaan lintas agama AM Putut Prabantoro di Media Corner Avocado, Alun-alun Selatan Yogyakarta, Minggu (31/5/2026).
Pertemuan tersebut berlangsung setelah rombongan Jamaah Dzikir Nurul Wathon melaksanakan ziarah kebangsaan ke makam Panglima Besar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara.
Baca Juga: Melirik Tren Work from Cafe (WFC) di Pontianak: Produktivitas Riil atau Cuma Validasi Gaya Hidup?
Kehadiran KH Suyuti Toha menjadi perhatian tersendiri.
Pendiri Jamaah Dzikir Nurul Wathon sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Mansyaul Huda Banyuwangi itu hadir bersama rombongan yang dipimpin Dewan Pembina Jamaah Dzikir Nurul Wathon, Mayjen TNI (Purn) Herianto Syahputra.
AM Putut Prabantoro mengaku terkejut sekaligus merasa terhormat menerima kunjungan tersebut.
“Ini merupakan kejutan besar namun membahagiakan. Saya tidak pernah menduga kyai besar kharismatik akan hadir di rumah saya. Saya merasa terhormat dan sekaligus tersanjung,” ujarnya.
Baca Juga: Panitia Pembangunan GKE Betlehem Pontianak Dilantik, Siap Wujudkan Gedung Gereja Permanen
Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan kekeluargaan.
Kebersamaan semakin terasa ketika diketahui bahwa KH Suyuti Toha dan Putut Prabantoro memiliki sahabat yang sama, yakni Romo Fadjar Tedjo Soekarno Pr, Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Paulus Kraksaan, Probolinggo.
Ketiganya bahkan sempat melakukan percakapan melalui video call yang memperlihatkan eratnya hubungan lintas iman dalam semangat persaudaraan kebangsaan.
Baca Juga: Harga TBS Rp2.300 per Kilogram, Prof Gusti: Yang Hilang Bukan Sekadar Angka
Romo Fadjar dikenal luas setelah momen audiensi bersama Paus Fransiskus di Vatikan pada Agustus 2024, ketika ia memasangkan udeng Banyuwangi kepada pemimpin Gereja Katolik dunia tersebut.
Pertemuan di Yogyakarta itu juga dihadiri sejumlah tokoh dari berbagai daerah, antara lain Direktur Utama LAZ Nasional Gerak Kita Indonesia (Gerakin) Sandi Suwardi Hasan, Prof. Dr. KGPH Muhammad Kurnia Hasanudin dari Keraton Surakarta, Arif Prasetyo dari DPW DKI Jakarta, H. Ramadhan Gatot Sietikno dari Dewan Masjid Sleman, Habib Jafar dari Jakarta, dan Syech Yusuf dari Malang.
Dalam kesempatan itu, KH Suyuti menegaskan bahwa Jamaah Dzikir Nurul Wathon akan terus berkomitmen mendukung upaya menjaga persatuan bangsa dan memperkuat nilai-nilai kebangsaan.
Artikel Terkait
Kardinal Suharyo Sampaikan Pesan Damai Dokumen Abu Dhabi: Awali Langkah Perdamaian Dunia PWKI ke Vatikan
AM Putut Prabantoro: Ini Tiga Kriteria yang Dibutuhkan Pemimpin Indonesia 2045
Putut Prabantoro: Karena Dunia Berubah, Ideologi Harus Berwujud dan Berbentuk
AM Putut Prabantoro Tegaskan Pemda di Asia Pasifik Perlu Promosikan Perdamaian Demi Peradaban Dunia
Ketua KWI Apresiasi Misi PWKI ke Vatikan: Bertemu Paus Leo XIV hingga MoU Bahasa Indonesia
Vatikan Gunakan Bahasa Indonesia Secara Resmi, Kardinal Suharyo Ungkap Dua Alasan Penting saat Terima Kunjungan PWKI