Setelah Rohana dan Rojali, Kini Muncul Rocadoh di Mall Indonesia

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Senin, 16 Februari 2026 | 21:50 WIB
Foto Ilustrasi. Mengintip seputar fenomena rocadoh yang lagi hangat diperbincangkan di media sosial (medsos). (Dok. Freepik.com/mego-studio)
Foto Ilustrasi. Mengintip seputar fenomena rocadoh yang lagi hangat diperbincangkan di media sosial (medsos). (Dok. Freepik.com/mego-studio)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Fenomena baru di pusat perbelanjaan Tanah Air tengah menjadi perbincangan warganet. Istilah Rocadoh atau rombongan cari jodoh ramai disebut sebagai tren baru pengunjung mall, setelah sebelumnya muncul istilah Rohana (rombongan hanya nanya) dan Rojali (rombongan jarang beli).

Dalam unggahan Instagram @voktis.id pada Senin (16/2/2026), Rocadoh merujuk pada pengunjung yang datang ke mall bukan semata untuk berbelanja, tetapi juga untuk mencari pasangan.

"Beberapa mall mengadakan kegiatan yang unik dan belum pernah terjadi di Indonesia," tulis postingan itu.

Baca Juga: Krisis Air Bersih dan Trauma Hantui Penyintas di Aceh Tamiang

"Bahkan kini, sudah ada gerai jasa cari jodoh di salah satu mall di kawasan Jakarta Utara," tambahnya.

Fenomena ini disebut berawal dari kegiatan bernama Cindomatch yang digelar di Mall of Indonesia, Jakarta, pada paruh akhir 2025. Program tersebut awalnya ditujukan bagi etnis Tionghoa-Indonesia atau Cindo, namun kemudian berkembang karena tingginya minat peserta dari berbagai kalangan.

Cindomatch berfungsi layaknya biro jodoh yang mempertemukan para lajang dalam sebuah acara khusus. Seiring waktu, konsep ini menarik perhatian publik dan melahirkan istilah Rocadoh di media sosial.

Baca Juga: Satire Jalan Rusak, Anak-anak Asyik Berenang di Kubangan Lumpur

Program tersebut juga disebut memiliki kemiripan dengan Shanghai Marriage Market di China, meskipun masih dalam skala yang lebih kecil. Jika pada awalnya peserta didominasi kalangan tertentu, kini fenomena Rocadoh mulai meluas dan muncul di beberapa mall lain di Jakarta hingga Surabaya.

Kemunculan tren ini dinilai menjadi salah satu bentuk adaptasi pusat perbelanjaan terhadap perubahan perilaku masyarakat di tengah pesatnya perkembangan e-commerce.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Rekomendasi

Terkini

X