Warga Korban Banjir Aceh Beri Semangat untuk Mualem

photo author
Judirho Aho, Pontianak Globe
- Selasa, 16 Desember 2025 | 14:14 WIB
Seorang warga yang memberikan semangat untuk Gubernur Aceh agar tetap tegar menghadapi bencana.  (Dok. Instagram/fuadbakh23)
Seorang warga yang memberikan semangat untuk Gubernur Aceh agar tetap tegar menghadapi bencana. (Dok. Instagram/fuadbakh23)

PONTIANAKGLOBE.COM, BANDA ACEH -- Di tengah bencana banjir yang melanda Aceh, muncul sebuah momen tak terduga ketika dukungan moral justru datang dari warga terdampak kepada pemimpinnya, Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem.

Momen penuh ketegaran itu terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @fuadbakh23 pada Minggu, 14 Desember 2025. Unggahan tersebut memperlihatkan kuatnya ikatan emosional antara masyarakat Aceh dan pemimpinnya di tengah situasi krisis.

Baca Juga: Sulfikar Amir Soroti Lemahnya Informasi BNPB soal Bencana Sumatera

Dalam video tersebut, seorang pria yang merupakan korban banjir tampak memanggul logistik bantuan sambil melintasi jalan berlumpur sisa terjangan banjir. Di sela langkahnya, ia menyampaikan pesan penuh semangat kepada Mualem dengan suara lantang.

“Mualem jangan nangis-nangis lagi,” ucap pria itu.

Ia kemudian mengingatkan kembali perjalanan panjang Aceh dalam menghadapi berbagai bencana dan konflik besar yang pernah melanda daerah tersebut.

“Konflik Aceh sudah kita hadapi, damai sudah kita pelihara Mualem. Tsunami Aceh sudah kita tangani, gempa serempah di dataran tinggi Tanoh Gayo sudah kita hadapi,” katanya.

Tak berhenti di situ, ia melanjutkan dengan menyebut krisis lain yang berhasil dilalui masyarakat Aceh bersama-sama.

“Covid-19 sudah kita lalui juga Mualem, bencana longsor dan banjir sama-sama kita lalui Mualem,” sambungnya.

Baca Juga: Satgas PKH Siapkan Sanksi Pidana dan Administratif bagi Korporasi di Balik Bencana Banjir Sumatera

Pria tersebut kembali menegaskan pentingnya ketegaran seorang pemimpin di tengah penderitaan rakyatnya.

“Jangan nangis-nangis lagi, masyarakat bersamamu Mualem, jangan cengeng,” ujarnya.

Pesan itu ditutup dengan kalimat yang sarat sejarah dan kebanggaan terhadap jati diri Aceh.

“Aceh adalah rahim para pejuang, bangsa yang paling sulit ditaklukkan. Bangun Mualem, kalau pemimpin menangis kami masyarakat lemah Mualem,” pungkasnya.

Momen tersebut menjadi gambaran kuat bahwa di tengah bencana, semangat dan dukungan justru dapat mengalir dari rakyat kepada pemimpinnya, memperlihatkan ketangguhan dan jiwa pejuang masyarakat Aceh yang tetap menyala.***.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Judirho Aho

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X