Ia juga membandingkan kondisi Jokowi dengan mantan Presiden Soeharto. Menurut Ray, tekanan terhadap Jokowi justru lebih besar secara sosial meski transisi kekuasaannya berjalan damai.
“Kalau Pak Harto, lengsernya karena krisis besar 1998. Sementara Jokowi turun secara legal, tapi justru lebih banyak dipersoalkan publik setelahnya,” ujar Ray.
Ray menutup dengan refleksi bahwa fenomena ini bisa mengubah kultur politik Indonesia, di mana mantan pejabat tak lagi merasa aman begitu saja setelah meninggalkan jabatan.
“Mungkin ini awal dari budaya baru: kekuasaan bukan tempat bersembunyi dari tanggung jawab,” pungkasnya.***
Artikel Terkait
Roy Suryo Klaim Ijazah Jokowi 99,9 Persen Palsu, Begini Kata Mantan Menpora Era SBY tentang Analisa Digital
IKN Disiapkan Jadi Ibu Kota Politik 2028, Jokowi Dukung, DPR Masih Kaji Perpres
Salah Sebut Nama Prabowo Jadi Jokowi, RTM Malaysia Langsung Minta Maaf!
Jokowi Sebut Whoosh Hidupkan Ekonomi Daerah, Menkeu Purbaya: Ada Betulnya Sedikit
Syahganda Nainggolan Sebut Luka Ekonomi 10 Tahun dari Jokowi Mulai Disembuhkan Prabowo
Setelah Jokowi, Kini Prabowo Harus Bereskan Utang Raksasa Whoosh