Megawati Ungkap Soeharto Tolak Pemakaman Bung Karno di Kalibata

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Minggu, 2 November 2025 | 13:55 WIB
Megawati Soekarnoputri menjadi keynote speaker dalam peringatan 70 tahun KAA di Blitar, Jawa Timur.  (Dok. Tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan)
Megawati Soekarnoputri menjadi keynote speaker dalam peringatan 70 tahun KAA di Blitar, Jawa Timur. (Dok. Tangkapan layar YouTube PDI Perjuangan)

PONTIANAKGLOBE.COM, BLITAR -- Megawati Soekarnoputri kembali mengenang perjuangan sang ayah, Presiden pertama RI Soekarno, dalam seminar internasional memperingati 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di Blitar, Jawa Timur, Sabtu, (1/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Megawati menuturkan bahwa Bung Karno memperjuangkan nilai kebebasan dan kemanusiaan hingga akhir hayatnya, bahkan perjuangan tersebut masih terasa dalam proses pemakamannya sendiri.

Baca Juga: BUMN Tak Hanya Urus Bisnis: IFG Buktikan Kepedulian Sosial Lewat Synergy Day 2025

Ketua Umum PDI Perjuangan itu mengungkapkan bahwa ayahnya, meski bergelar pahlawan nasional, tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, melainkan di Blitar.

Megawati menjelaskan bahwa kompleks makam di Blitar sebenarnya merupakan taman makam pahlawan bagi prajurit yang gugur melawan Belanda.

Ia mengisahkan, setelah Bung Karno wafat, keluarga telah mengajukan permohonan agar jasad Bapak Proklamator dapat dimakamkan di TMP Kalibata. Namun, permintaan tersebut ditolak oleh Presiden Soeharto yang kala itu memimpin Indonesia.

“Hanya untuk dimakamkan saja susahnya bukan main, makanya kenapa beliau tidak seperti biasanya dimakamkan di Taman Pahlawan tapi beliau dimakamkan di sini (Blitar),” ucap Megawati.

“Waktu itu tidak terpelihara dan oleh Presiden Soeharto waktu itu beliau bilang Bung Karno ketika keluarga meminta untuk bisa ditempatkan sewajarnya ke TMP Kalibata, beliau tidak setuju, tapi ditaruh di sini,” imbuhnya.

Megawati menilai, peristiwa itu menjadi bukti bahwa perjuangan Bung Karno belum berakhir bahkan setelah wafatnya.

“Karena hanya untuk dimakamkan saja, tidak mudah,” tegasnya.

Meski tidak dimakamkan di Kalibata, Megawati menyebut bahwa makam Bung Karno di Blitar justru menjadi tempat yang populer dan banyak dikunjungi masyarakat.

“Alhamdulillah tempat ini sekarang menjadi sangat populer dan banyak orang datang ke sini dan ini jadi aneh,” ujarnya.

“Taman Makam Pahlawan juga bukan, lebih dikenal dengan yang namanya makam Proklamator Bangsa Bung Karno,” tambahnya.

Dalam pidatonya, Megawati juga mengingatkan kembali ajaran Bung Karno yang menentang segala bentuk penjajahan dan menempatkan kemanusiaan sebagai nilai tertinggi.

“Di Blitar ini Bung Karno menerima pendidikan budi pekerti yang begitu penting bagi pembentukan karakternya,” ucap Megawati.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X