Pesan Prabowo Bersaing di Politik Boleh, Tapi Persatuan Indonesia Tak Bisa Ditawar

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Jumat, 31 Oktober 2025 | 06:43 WIB
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pemusnahan 2,1 ton narkotika, sekaligus menyampaikan pesan persatuan dan kemakmuran Indonesia. (Tim Media Prabowo)
Presiden Prabowo Subianto menghadiri pemusnahan 2,1 ton narkotika, sekaligus menyampaikan pesan persatuan dan kemakmuran Indonesia. (Tim Media Prabowo)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan politik dan pandangan.

Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri acara pemusnahan barang bukti narkoba di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/10).

Baca Juga: Api Lahap Dua Rumah di Pontianak Barat, Warga Panik Berhamburan

“Kita ini gotong royong. Kita satu keluarga,” kata Prabowo di hadapan jajaran Polri dan tamu undangan.

Ia menegaskan, perbedaan partai dan pandangan politik adalah hal biasa dalam demokrasi.

Namun setelah masa pemilihan usai, semua pihak harus kembali bersatu membangun bangsa.

“Demokrasi iya, berbeda partai boleh. Bersaing di pilpres juga boleh. Tapi sesudahnya, mari kita bahu-membahu,” ujarnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa kemerdekaan dan kemajuan bangsa hari ini tidak lepas dari perjuangan para pendahulu.

Baca Juga: Ibu Tinggal Sebentar, Balita di Kubu Raya Tewas Terseret Arus Parit

Ia menilai, kemakmuran tidak akan tercapai jika masyarakat terus terpecah dan saling curiga.

“Kalau kita ribut terus, banyak negara lain yang senang. Karena kalau kita tidak bersatu, bagaimana bisa makmur? Hotel-hotel akan sepi, wisatawan enggan datang, investasi pun mundur,” kata Prabowo.

Ia menegaskan, kunci kemakmuran Indonesia ada pada persatuan. “Makanya dalam Pancasila disebut Persatuan Indonesia,” tambahnya.

Baca Juga: Cak Imin Minta Pemerintah Bertindak, UMKM Kalah oleh Ritel Besar

Acara tersebut juga menjadi penanda satu tahun pelaksanaan kebijakan yang langsung berdampak bagi masyarakat di bawah kepemimpinan Prabowo.

Selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Polri mencatat keberhasilan menyita 214,84 ton narkotika senilai Rp29,37 triliun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X