Agus Sulistriyono menambahkan, Presiden Prabowo Subianto telah menggagas program yang visioner dan berdampak luas, sehingga pelaksana di lapangan harus menjaga integritas dan semangat yang sama.
Baca Juga: CoreLab 2025 Promedia Sukses Digelar di Unesa, Mahasiswa Dibekali Skill Content Creator
“Presiden sudah kasih arah besar. Sekarang tinggal bagaimana pelaksananya tidak mengubah arah menjadi proyek pribadi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Jaringan Pemred Promedia Sunardi Panjaitan menilai kritik semacam ini penting dan bersifat konstruktif.
Ia mencatat, sejumlah daerah masih menunjukkan pola pengadaan bahan pangan yang tersentralisasi pada pemasok besar.
“Idealnya, produsen lokal harus dilibatkan lebih luas agar manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat daerah,” kata Sunardi.
Pihak BGN menegaskan bahwa proporsi penggunaan bahan pangan lokal — termasuk susu segar dan hasil pertanian desa — akan terus ditingkatkan dalam pelaksanaan MBG.
Program ini diharapkan menjadi fondasi kuat gizi nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi rakyat yang berkeadilan. ***
Artikel Terkait
BGN Perketat Menu MBG, Larang Makanan Kemasan Pabrik dan Gandeng UMKM Lokal
Prabowo Pastikan Program MBG Berlanjut, Semua Dapur Wajib Pakai Sterilisasi dan Test Kit
Blunder Menu MBG Gunakan UPF, DPR Cecar BGN soal Kebijakan Tak Konsisten
6 Pejabat Terancam Dicopot, BGN Dihantam Isu Panas Jual Beli Dapur MBG
Viral Menu MBG Depok Dinilai Tak Bergizi, Ternyata Begini Penjelasan Pihak Dapur SPPG
Di Balik Gebrakan 5.000 Koki BGN, Ada Akar Masalah MBG yang Tak Kunjung Selesai