Di sisi lain, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengakui bahwa banyak pondok pesantren memang menghadapi keterbatasan anggaran.
“Sekarang kita harus proaktif mencari sumber dana. Di Kemenag, sekitar 90 persen lembaga pendidikan dikelola swasta,” ujar Nasaruddin di rumah dinas Menko PM, Jakarta, Selasa (7/10/2025).
Baca Juga: Perang Harga Mobil Makin Panas! Suzuki Buka-bukaan Strategi Hadapi Kompetitor
Ia menambahkan, berbeda dengan sekolah di bawah Dinas Pendidikan atau Ditjen Dikti, banyak pesantren yang tidak sepenuhnya dibiayai oleh negara.
“Kalau di Dikti dan Dinas, tanah dan bangunan disiapkan negara. Di Kemenag, kami hanya bantu sebatas kemampuan anggaran,” jelasnya.
Rencana pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny ini masih menunggu kejelasan mekanisme pendanaan, termasuk koordinasi lintas kementerian antara Keuangan, PU, dan Agama. Pemerintah berjanji memastikan prosesnya berjalan transparan dan sesuai prosedur. ***
Artikel Terkait
Tragedi Ponpes Al Khoziny, 37 Korban Tewas, Mimbar Musala Masih Berdiri
Evakuasi Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Masih Berlangsung, 65 Orang Tewas
Evakuasi Ponpes Al Khoziny Resmi Ditutup, 67 Korban Meninggal Dunia
Tragedi Ponpes Al Khoziny: 67 Santri Wafat, Pihak Pesantren Minta Maaf, Polisi Siap Usut Tuntas
Usai Musala Ambruk, Pemerintah Siap Bangun Ulang Ponpes Al Khoziny Pakai APBN!
Setelah 9 Hari Evakuasi, Polisi Naikkan Status Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny ke Penyidikan