Bedanya Sekolah Garuda dan Sekolah Rakyat, Ini yang Wajib Kamu Tahu!

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Rabu, 8 Oktober 2025 | 21:41 WIB
Sekolah Garuda adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.  (Dok. Fajar Herlambang)
Sekolah Garuda adalah bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. (Dok. Fajar Herlambang)

PONTIANAKGLOBE.COM, TIMOR TENGAH SELATAN -- Pemerintah resmi memperkenalkan 16 lokasi Sekolah Garuda di berbagai wilayah Indonesia pada Rabu, (8/10/2025). Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pemerataan pendidikan unggul di seluruh negeri.

Menurut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendikti Saintek), Fauzan, Sekolah Garuda dirancang khusus bagi anak-anak dari wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) yang memiliki kompetensi akademik tinggi.

“Kalau Sekolah Garuda itu semangatnya memberikan akses pada anak-anak di daerah 3T yang memiliki kompetensi unggul,” jelas Fauzan di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (8/10/2025). 

Seleksi masuk dilakukan ketat untuk memastikan sekolah ini menjadi pusat pembinaan talenta unggul dari seluruh pelosok negeri.

Baca Juga: Lonjakan Ayam di Balik Dapur Bergizi Gratis

Selain fasilitas modern dan kurikulum berbasis data, Sekolah Garuda menerapkan pendekatan ekosistem pembelajaran inklusif, yang menggabungkan akademik, pelatihan kepemimpinan, dan pengabdian masyarakat.

Sementara itu, Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan akses pendidikan bermutu bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

“Sekolah Rakyat semangatnya adalah memberikan pendidikan kepada anak-anak yang kurang mampu secara umum," ujarnya.  

Jika Sekolah Garuda fokus pada pengembangan potensi unggul di wilayah 3T, Sekolah Rakyat menitikberatkan pada pemerataan akses agar tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dari sisi pendidikan, apapun kondisi ekonominya.

Kedua program ini saling melengkapi yakni Sekolah Rakyat membuka jalan bagi pemerataan pendidikan, sementara Sekolah Garuda mencetak bibit unggul dari seluruh penjuru negeri.

Baca Juga: Garuda di Ujung Sejarah! Indonesia Siap Guncang Arab Saudi Demi Tiket Piala Dunia 2026

Dalam peluncuran perdananya, 16 Sekolah Garuda diperkenalkan serentak. Sebanyak 12 di antaranya merupakan sekolah transformasi, termasuk SMAN 10 Fajar Harapan (Aceh), SMA Unggul Del (Sumatera Utara), SMA Taruna Nusantara (Jawa Tengah), dan SMA Averos Sorong (Papua Barat Daya). Empat sekolah baru tengah dibangun di Belitung Timur, Timor Tengah Selatan (NTT), Konawe Selatan (Sulawesi Tenggara), dan Bulungan (Kalimantan Utara).

Menurut Mendikti Saintek Brian Yuliarto, pembangunan satu Sekolah Garuda memerlukan dana sekitar Rp200 miliar, dengan empat sekolah baru ditargetkan beroperasi pada tahun ajaran 2026.

Meski fokus berbeda, Sekolah Garuda maupun Sekolah Rakyat memiliki satu tujuan yang sama untuk memastikan semua anak Indonesia memperoleh pendidikan yang layak. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X