New York Ditinggal Bankir, Wali Kota Baru Zohran Mamdani Jadi Biang Kerok?

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 13 November 2025 | 14:12 WIB
Zohran Mamdani, politisi kiri yang kini memimpin New York City, membawa optimisme baru lewat kebijakan reformasi ekonomi dan sosialnya. ( X @Philiplewis)
Zohran Mamdani, politisi kiri yang kini memimpin New York City, membawa optimisme baru lewat kebijakan reformasi ekonomi dan sosialnya. ( X @Philiplewis)

PONTIANAKGLOBE.COM, NEW YORK -- Gelombang perpindahan besar-besaran pelaku industri keuangan dari New York ke Texas semakin terasa.

Para bankir dan investor dikabarkan mulai meninggalkan Wall Street, dipicu kekhawatiran atas kebijakan ekonomi Wali Kota baru, Zohran Mamdani, yang dikenal sebagai politisi progresif dan anggota Democratic Socialist.

Baca Juga: Bobibos Bukan Kaleng-kaleng! Siap Go Global, Bangun SPBU Sendiri, dan Tantang BBM Fosil

Mamdani — yang mencatat sejarah sebagai Wali Kota Muslim pertama di New York — mengusung kebijakan menaikkan pajak bagi kalangan kaya dan perusahaan besar.

Ia berencana menambahkan 2% tarif pajak penghasilan bagi individu berpenghasilan lebih dari US$1 juta (sekitar Rp16,7 miliar) per tahun.

Kebijakan ini diyakini mampu menambah pendapatan kota hingga US$4–5 miliar setiap tahun.

Namun, langkah tersebut justru menimbulkan gejolak di sektor keuangan.

Banyak eksekutif Wall Street menilai kebijakan Mamdani berpotensi menggerus keuntungan dan memperburuk iklim investasi di New York.

“Perpindahan ini sudah mulai terjadi, dan akan semakin cepat ke depan,” ujar Philip Blancato, CEO Ladenburg Thalmann Asset Management, dikutip dari The Telegraph (9/11/2025).

Baca Juga: Ratusan Anak Keracunan Makan Gratis, BGN Akhirnya Buka Suara

Sejumlah perusahaan investasi dan hedge fund telah lebih dulu memindahkan operasional mereka ke kota-kota seperti Austin dan Dallas, Texas — wilayah yang kini mulai dilihat sebagai “Wall Street baru” Amerika.

Texas Jadi Magnet Baru bagi Kaum Kaya

Dalam lima tahun terakhir, Texas mencatat lonjakan signifikan di sektor keuangan.

Jumlah jutawan meningkat dari 8,5% menjadi 9,2%, sementara lapangan kerja di industri finansial bertambah lebih dari 100.000 posisi — jauh melampaui pertumbuhan di New York yang hanya sekitar 19.000.

Salah satu daya tarik utamanya adalah pajak rendah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X