Trump Cemooh Zohran Mamdani usai Politikus Muslim Itu Maju Jadi Calon Wali Kota New York, Begini Kata-nya

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Kamis, 26 Juni 2025 | 17:03 WIB
Presiden AS, Donald Trump (kiri) dan Politikus Muslim Zohran Mamdani (kanan). ( - ) (Instagram @potus dan X.com@ZohranKMamdani)
Presiden AS, Donald Trump (kiri) dan Politikus Muslim Zohran Mamdani (kanan). ( - ) (Instagram @potus dan X.com@ZohranKMamdani)

PONTIANAKGLOBE.COM, WASHINGTON -- Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan sindiran tajam terhadap Zohran Mamdani, politikus Muslim dari Partai Demokrat yang maju sebagai calon Wali Kota New York City.

Mamdani, legislator negara bagian New York yang mewakili wilayah Queens, secara mengejutkan unggul atas mantan Gubernur New York Andrew Cuomo dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat yang digelar Selasa, 24 Juni 2025.

Baca Juga: Putusan Banding Tetapkan Paula Verhoeven Tidak Terbukti Durhaka, Cerai dengan Baim Wong Tetap Dikabulkan

Meski hasil resmi belum diumumkan, keunggulan suara Mamdani yang signifikan membuat kemenangan dirinya hampir pasti.

Hal itu pun memancing reaksi keras dari Trump.

Melalui akun Truth Social miliknya pada Kamis, 25 Juni 2025, Trump menyebut Mamdani sebagai “komunis gila” dan mengkritik tajam pencalonan serta kepribadiannya.

Baca Juga: Kronologi Minibus Seruduk Apotek RS di Pamanukan Subang, Remaja Perempuan Tewas

“Akhirnya terjadi, Partai Demokrat telah melewati batas. Zohran Mamdani, seorang komunis gila 100 persen,” tulis Trump.

“Baru saja memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat dan kini berada di jalur menuju kursi Wali Kota,” lanjutnya.

Trump bahkan mempertanyakan kemampuan Mamdani secara personal.

Ia menyebut pencalonan politikus berusia 33 tahun itu sebagai sesuatu yang “di luar nalar”.

Baca Juga: Ridwan Kamil Gugat Balik Lisa Mariana Rp105 Miliar atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

“Kita pernah memilih kaum kiri radikal sebelumnya, tapi ini sudah keterlaluan. Dia terlihat buruk, suaranya melengking, dan dia tidak terlalu pintar,” sindir Trump.

Pernyataan Trump ini menuai kontroversi dan dianggap sebagian pihak sebagai bentuk serangan personal sekaligus retorika anti-Muslim yang semakin memperkeruh suhu politik menjelang pemilu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X