PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengisyaratkan penerapan tarif impor tinggi terhadap negara-negara mitra dagang yang dianggap tidak bernegosiasi dengan "iktikad baik".
Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam serangkaian wawancara pada Minggu (18/5/2025).
Baca Juga: Tolak Sistem Kerja Tak Adil, Driver Ojol dan Kurir Akan Gelar Demo Nasional 20 Mei
Meski tidak menjelaskan secara rinci makna "iktikad baik", Bessent menegaskan bahwa negara yang dinilai tidak memenuhi standar tersebut akan menerima pemberitahuan resmi terkait tarif baru.
Sebelumnya, pada 2 April 2025, Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor terhadap berbagai produk asing.
Namun, kebijakan itu ditangguhkan selama 90 hari untuk memberi waktu negosiasi ulang.
Baca Juga: Ramai Soal Aturan Batasan Diskon Ongkir, Ini Respons Pos Indonesia
Jika tidak ada kesepakatan dalam masa tenggang, tarif yang diumumkan pada April akan diberlakukan secara penuh.
“Jika mereka tidak menunjukkan iktikad baik, mereka akan menerima surat yang menyatakan: ‘Inilah tarifnya.’ Saya harap semua negara datang dan bernegosiasi dengan niat baik,” ujar Bessent.
Pendekatan tarif yang berubah-ubah dari pemerintahan Trump menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketidakpastian dalam perdagangan global.
Baca Juga: Langkah Awal Gawai, Ritual Bepadah dan Bepinta’o Resmikan Pembukaan Pekan Gawai Dayak XXXIX 2025
Sejumlah analis menyebut strategi ini sebagai bentuk "ketidakpastian yang disengaja" untuk memberi tekanan kepada negara lain agar menyetujui perjanjian yang lebih menguntungkan bagi AS.
Dampak kebijakan ini juga dirasakan di dalam negeri.
Beberapa perusahaan besar, termasuk Walmart, mulai terdampak gangguan rantai pasok dan berencana menaikkan harga produk.
Walmart menyatakan bahwa lonjakan biaya impor akan memaksa mereka menaikkan harga mulai akhir Mei.
Artikel Terkait
Mengejutkan! Pengadilan Amerika Serikat Vonis Mantan Presiden Donald Trump Bersalah, Penjara 4 Tahun Menanti
Donald Trump Kembali ke Gedung Putih, Hamas dan Israel Beri Respon Berbeda
Prabowo Ucapkan Selamat kepada Donald Trump, Ajak Kerja Sama untuk Perdamaian Global
Kontroversi Elon Musk, Hormat ala Nazi di Pelantikan Donald Trump dan Dukungan untuk AfD
Donald Trump Pertimbangkan Relokasi Warga Gaza ke Indonesia, Begini Respons Kemlu RI
Indonesia Kena Tarif 32 Persen oleh Amerika Serikat, Begini Strategi yang Disiapkan Pemerintah