Perang Dagang Kembali Mengancam? Trump Siapkan Tarif Impor bagi Negara ‘Bandel’

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 20 Mei 2025 | 08:42 WIB
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (instagram @realdonaldtrump)
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (instagram @realdonaldtrump)

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengisyaratkan penerapan tarif impor tinggi terhadap negara-negara mitra dagang yang dianggap tidak bernegosiasi dengan "iktikad baik".

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, dalam serangkaian wawancara pada Minggu (18/5/2025).

Baca Juga: Tolak Sistem Kerja Tak Adil, Driver Ojol dan Kurir Akan Gelar Demo Nasional 20 Mei

Meski tidak menjelaskan secara rinci makna "iktikad baik", Bessent menegaskan bahwa negara yang dinilai tidak memenuhi standar tersebut akan menerima pemberitahuan resmi terkait tarif baru.

Sebelumnya, pada 2 April 2025, Trump mengumumkan rencana kenaikan tarif impor terhadap berbagai produk asing.

Namun, kebijakan itu ditangguhkan selama 90 hari untuk memberi waktu negosiasi ulang.

Baca Juga: Ramai Soal Aturan Batasan Diskon Ongkir, Ini Respons Pos Indonesia

Jika tidak ada kesepakatan dalam masa tenggang, tarif yang diumumkan pada April akan diberlakukan secara penuh.

“Jika mereka tidak menunjukkan iktikad baik, mereka akan menerima surat yang menyatakan: ‘Inilah tarifnya.’ Saya harap semua negara datang dan bernegosiasi dengan niat baik,” ujar Bessent.

Pendekatan tarif yang berubah-ubah dari pemerintahan Trump menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya ketidakpastian dalam perdagangan global.

Baca Juga: Langkah Awal Gawai, Ritual Bepadah dan Bepinta’o Resmikan Pembukaan Pekan Gawai Dayak XXXIX 2025

Sejumlah analis menyebut strategi ini sebagai bentuk "ketidakpastian yang disengaja" untuk memberi tekanan kepada negara lain agar menyetujui perjanjian yang lebih menguntungkan bagi AS.

Dampak kebijakan ini juga dirasakan di dalam negeri.

Beberapa perusahaan besar, termasuk Walmart, mulai terdampak gangguan rantai pasok dan berencana menaikkan harga produk.

Walmart menyatakan bahwa lonjakan biaya impor akan memaksa mereka menaikkan harga mulai akhir Mei.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X