Kontroversi Elon Musk, Hormat ala Nazi di Pelantikan Donald Trump dan Dukungan untuk AfD

photo author
Steve Vantax, Pontianak Globe
- Selasa, 21 Januari 2025 | 13:28 WIB
CEO SpaceX, Elon Musk menuai sorotan publik usai melakukan penghormatan ala fasis Jerman yang identik dengan partai Adolf Hitler, Nazi.
CEO SpaceX, Elon Musk menuai sorotan publik usai melakukan penghormatan ala fasis Jerman yang identik dengan partai Adolf Hitler, Nazi.

PONTIANAKGLOBE.COM, WASHINGTON -- Elon Musk kembali jadi sorotan dunia.

Dalam pelantikan Donald Trump, CEO Tesla ini memicu kontroversi dengan gestur ala Nazi.

Baca Juga: Livy Renata Sindir Deddy Corbuzier, Bahas Lagi Kontroversi Podcast dengan Catheez

Tak hanya itu, ia juga secara terbuka mendukung partai AfD di Jerman yang dicurigai berideologi Neo-Nazi.

Apa yang sebenarnya terjadi?

CEO SpaceX, Elon Musk, tengah menjadi sorotan di media sosial setelah diduga melakukan penghormatan yang menyerupai gaya fasis Jerman yang diasosiasikan dengan partai Nazi di bawah kepemimpinan Adolf Hitler.

Insiden ini terjadi dalam acara pelantikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin, 20 Januari 2025.

"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih karena telah mewujudkannya," ujar CEO Tesla yang juga merupakan anggota dewan penasihat Trump tersebut dalam perayaan di Capital One Arena, Washington.

Baca Juga: BTN Resmi Ambil Alih Bank Victoria Syariah, Ini Rencana Besarnya

Dalam momen tersebut, Musk tampak mengangkat lengan kanan secara diagonal ke atas, sebuah gestur yang memicu kontroversi.

Tak hanya itu, ia juga menepukkan tangan ke dada dengan jari terbuka sambil memberikan sambutannya.

Menurut laporan The Guardian, di tengah sorakan meriah dari kerumunan, Musk kembali melakukan penghormatan serupa dengan posisi tangan yang sedikit lebih rendah.

"Berkat Anda, masa depan peradaban akan terjamin. Berkat Anda, kita akan memiliki kota-kota yang aman, kebutuhan dasar terpenuhi, dan kita akan membawa 'Doge' ke Mars," tambahnya sambil menepuk dada.

Elon Musk dan Perannya di Pemerintahan Trump

Elon Musk kini memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah AS (US Department of Government Efficiency) bersama Viviek Ramaswamy, mantan kandidat presiden dari Partai Republik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Steve Vantax

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X