Tidak seperti New York yang mengenakan tarif pajak tinggi hingga 14,8% untuk pendapatan di atas US$25 juta, Texas tidak memiliki pajak penghasilan negara bagian maupun kota.
Baca Juga: Aturan Baru OJK: Rekening Tak Aktif 5 Tahun Akan Diblokir Sementara, Begini Cara Mengaktifkannya
Kondisi ini menjadikan Texas semakin diminati oleh korporasi besar dan profesional berpenghasilan tinggi yang ingin melindungi aset mereka dari tekanan pajak.
“Sulit bagi sebuah kota untuk tetap menjadi pusat keuangan dunia jika para pemimpinnya bersikap anti-kapitalis,” ujar analis ekonomi Furlow, menyoroti kebijakan Mamdani yang dinilai terlalu menekan sektor swasta.
Menurutnya, kebijakan fiskal ekstrem dan biaya hidup tinggi membuat kota seperti New York dan San Francisco kehilangan daya saing sebagai pusat finansial global.
Mamdani, yang baru dilantik awal November 2025, menegaskan kebijakan pajak progresifnya bertujuan mengurangi kesenjangan ekonomi dan memperkuat layanan publik.
Namun bagi sebagian pelaku pasar, langkah itu justru menjadi alasan kuat untuk memindahkan modal dan bisnis ke luar New York.
Dengan tren ini, pengamat memperingatkan bahwa New York bisa kehilangan statusnya sebagai ibu kota finansial dunia, digantikan oleh negara bagian seperti Texas yang menawarkan stabilitas ekonomi dan kebijakan bisnis lebih ramah investor. ***
Artikel Terkait
Mantan Wali Kota Bamban di Filipina, Alice Guo, Ditangkap di Indonesia karena Kasus Mata-mata dan Pencucian Uang
Mantan Wali Kota di Filipina yang Dideportasi dari Indonesia Alice Guo tiba di Manila, Ditunding Terlibat Kejahatan Perjudian
Trump Cemooh Zohran Mamdani usai Politikus Muslim Itu Maju Jadi Calon Wali Kota New York, Begini Kata-nya
Baru Sebulan Menang Pemilu, Wali Kota Herdecke di Jerman Iris Stalzer Ditikam Anak Angkatnya, Begini Fakta-nya Menurut Polisi
Trump Sebut Mamdani Komunis Gila, Ini Jawaban Tajam Sang Wali Kota Baru
DPRD Banyuwangi Geram, PT BSI Hadir Tanpa Data Soal Tambang Tumpang Pitu