Dana APBD Jabar Jadi Bola Panas, Purbaya dan Dedi Adu Argumen di Depan Publik

photo author
Nugroho Christian, Pontianak Globe
- Sabtu, 25 Oktober 2025 | 16:11 WIB
Menyoroti pernyataan influencer, Helmy Yahya terkait kontroversi Menkeu Purbaya vs Dedi Mulyadi terkait dugaan dana mengendap di bank.  (Dok. Instagram.com / @purbayayudhi_official - @dedimulyadi71)
Menyoroti pernyataan influencer, Helmy Yahya terkait kontroversi Menkeu Purbaya vs Dedi Mulyadi terkait dugaan dana mengendap di bank. (Dok. Instagram.com / @purbayayudhi_official - @dedimulyadi71)

 

PONTIANAKGLOBE.COM, JAKARTA -- Perdebatan terbuka antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi semakin memanas. Persoalan bermula dari dugaan dana APBD Jabar yang disimpan di bank, namun belum jelas pemanfaatannya.

Polemik itu mencuat setelah Purbaya menyinggung soal penyimpanan dana daerah dalam bentuk giro saat berbicara di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, (23/10/2025).

“Ada yang ngaku katanya uangnya bukan di deposito tapi di giro, malah lebih rugi lagi. Bunganya lebih rendah kan. Kenapa di giro? Pasti nanti akan diperiksa BPK itu,” ujar Purbaya di hadapan wartawan.

Baca Juga: Coretax Bikin Pusing Kemenkeu, Sistem Seharga Rp1,3 T Dibilang Produk Gagal

Kritik tersebut segera ditanggapi Dedi Mulyadi dengan nada tegas. Ia menilai kebijakan penyimpanan dana di giro merupakan langkah menjaga fleksibilitas anggaran daerah agar bisa segera digunakan untuk pembangunan.

“Kalau hari ini juga menyimpan di giro dianggap rugi, barangkali tidak mungkin juga pemerintah daerah nyimpan uang di kasur atau di lemari besi kan. Itu justru lebih rugi lagi,” kata Dedi di Bandung, Jumat, (24/10/2025). 

Menurut Dedi, deposito on call masih menjadi praktik umum di sejumlah daerah karena lebih efisien dalam pengelolaan kas.

“Memang di provinsi, di kabupaten kota, ada yang disebut deposito on call. Uang yang tersedia di kas kalau di giro bunganya rendah, jadi lebih baik disimpan di deposito,” jelasnya.

Perdebatan dua pejabat publik itu pun memicu gelombang komentar di media sosial. Sebagian publik menilai adu argumen ini menunjukkan transparansi pengelolaan dana daerah, sementara lainnya menganggap gaya komunikasi keduanya justru memperkeruh suasana.

Pengamat politik sekaligus kreator konten, Helmy Yahya, turut menyoroti adu gaya komunikasi Purbaya dan Dedi yang disebutnya sama-sama kuat dan berpengaruh terhadap opini publik.

“Menkeu Purbaya dan Dedi Mulyadi ini sebenarnya sedang berdialog walaupun tidak bertemu. Mereka mengadu kemampuan dalam menyampaikan sesuatu, dan topiknya sensitif yaitu keuangan negara dan daerah,” ujar Helmy dalam kanal YouTube-nya, 'Helmy Yahya Bicara,' Sabtu, (25/10/2025). 

Menurut Helmy, Purbaya tampil seperti 'koboi' dengan gaya lugas dan berani.

“Awalnya orang menganggap beliau arogan, tapi sekarang dicintai banyak masyarakat. Purbaya bahkan bilang dirinya tidak peduli dengan apapun karena di belakangnya ada Presiden Prabowo,” katanya.

Sementara itu, Dedi dinilai memikat publik lewat spontanitas dan kedekatannya dengan masyarakat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Nugroho Christian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X