PONTIANAKGLOBE -- Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan ekspor ekspor Kalimantan Barat (Kalbar) pada November 2022 naik 7,35 persen dibandingkan Oktober 2022 dari senilai US$182,18 juta menjadi US$195,57 juta.
Menurut BPS, komoditas ini yakni bahan kimia anorganik menyumbang 33,99%, lemak dan minyak hewan atau nabati sebesar 28,25% dan golongan bijih, kerak dan abu logam menyumbang 18,64%.
Komoditas lain berkontribusi ekspor yaitu karet dan barang dari karet, produk kayu, barang dari kayu dan berbagai produk kimia masing-masing menyumbang 5,98 persen, kemudian sebesar 4,34 persen, dan 2,92 persen.
Dari sisi pertumbuhan, ekspor sepuluh golongan barang tersebut naik 7,80 persen terhadap Oktober 2022, atau dari senilai US$178,77 juta menjadi US$192,72 juta.
Adapun negara terbesar tujuan ekspor dari Kalbar yakni China senilai US$60,36 juta, tujuan ke India sebanyak US$53,63 juta dan Malaysia senilai US$17,12 juta. Total dari tujuan ekspor tersebut mencapai US$131,11 juta atau sebesar 67,03%.
Namun demikian, jika dibandingkan dengan Oktober 2022, ekspor Kalimantan Barat ke negara China dan Malaysia mengalami penurunan masing-masing secara berurutan sebesar 23,91 persen dan 38,57 persen.
Berbeda dengan ekspor ke negara India yang mengalami kenaikan sebesar 191,15 persen.